Mimpi Dono

Mimpi Dono

Namanya Dono. Yatim piatu sejak kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Saat itu, usianya baru dua tahun. Dono kemudian dirawat kakek dan neneknya dari pihak ibu. Hanya merekalah keluarga yang dimilikinya. Pola asuh sang kakek yang kocak membuat Dono pun tumbuh sebagai anak yang periang, suka melucu, dan mudah bergaul. Melihat mimik wajah dan gerak-geriknya saja, orang akan tersenyum simpul. Ada saja ucapan dan gayanya yang membuat orang tergelak. Jika ada dia, suasana sekaku dan setegang apa pun, pastilah  cair seketika. Bukan sesama pemuda saja, tetapi seisi Kampung Sukasenang menyukai sosok  Dono. Karena itulah, sosoknya selalu dicari.

Di balik tampilannya yang kocak dan ceria, tersimpan rapi dalam hatinya mimpi untuk menjadi dokter. Dono terpaksa mengubur dalam-dalam cita-citanya itu. Bukan karena dia kurang cerdas, tetapi karena kondisi ekonomi keluarga yang memaksanya untuk merelakan mimpinya kandas. Dono memang sempat bersekolah di SMA. Untuk membiayai sekolahnya itu, pagi sebelum berangkat sekolah, Dono membantu kakeknya berjualan bubur keliling. Baru satu semester dia di SMA, kakeknya meninggal. Dono sempat berjuang untuk tetap bisa bersekolah. Akan tetapi, kondisi neneknya yang mulai sakit-sakitan, membuatnya lebih memilih merawat neneknya daripada pergi ke sekolah. Akhirnya, dia memutuskan untuk berhenti sekolah.    

Sudah dua hari ini, banyak penduduk Kampung Sukasenang membicarakan perubahan Dono. Mereka khawatir jika Dono sakit. Dono yang biasanya  periang dan kocak, kini berubah menjadi pendiam. Selera humornya seolah-olah sirna seketika. Saat ada orang yang melucu, dia hanya menanggapi dengan seulas senyum, setelah itu kembali fokus pada pekerjaannya. Saat ada orang yang bertanya, dia menjawab seperlunya. Bahkan saat ada yang langsung menanyakan apa yang menyebabkan dia murung, Dono menjawab dengan suara tersendat sambil menatap langit dengan matanya yang berembun, “Coba kalau aku jadi dokter …. Aku pasti bisa bergabung dengan mereka, berjuang bersama merawat yang sakit karena corona.” ***

#RMG_pentigrafsinur_01

Rumahmediagrup/sinur

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.