Saya dan Hijab

Saya dan Hijab

Seorang anak gadis berseragam SMP dan memakai jilbab tersenyum pada saya ketika hendak berangkat sekolah. Usianya mungkin sekitar lima belas tahunan.

Saya jadi ingat masa awal berjilbab.

Tahun 1990, masuk SMPN 2 Cianjur mulai hari pertama saya sudah berjilbab walaupun di kelas cuma seorang diri dengan atribut itu. Sebenarnya di kelas lain juga sudah ada dan dia pula yang mengajak saya untuk berkomitmen setelah masuk SMP untuk berjilbab .


Yup… dialah sahabat kecil saya, teman dari SD hingga SMA selalu bareng sekolah di tempat yang sama

Alhamdulillah, saat itu SMP saya sekolah yang paling toleransinya cukup tinggi untuk murid-murid yang ingin memakai jilbab. Terbukti, kakak-kakak kelas saya banyak pula yang sudah memakai jilbab sebelum saya masuk ke SMP ini. Tidak ada tindakan yang diskriminatif atau pandangan yang berbeda dari pihak guru dan sekolah. Padahal saat itu, sedang gencar-gencarnya pelarangan jilbab di sekolah dan ada isu di masyarakat yang cukup meresahkan mengenai oknum yang memakai hijab lebar melakukan tindakan yang buruk merugikan orang banyak.

Alhamdulillah … Allah mudahkan kami memakai jilbab sebagai identitas seorang muslimah di sekolah ini.

Pada saat itu, konsep saya sederhana saja kenapa harus berhijab. Sejak SD kelas satu saya sudah masuk sekolah agama, istilah di kampung untuk sekolah tambahan setelah sekolah umum yang khusus belajar agama dan tempatnya di sebut madrasah, para guru mengajarkan bahwa seorang muslimah wajib menutup aurat. Tidak dijelaskan harus panjang atau pendek, yang saya ingat kepala harus di tutup! Saat itu jenis penutup kepala atau jilbab hanya sebatas kain berbentuk segiempat yang dilipat tengahnya sehingga berbentuk segitiga. Belum ada jenis jilbab langsung dengan berbagai model dan bahan.

Sederhana sekali!

Yang saya tahu pula, ternyata memakai jilbab itu menyenangkan. Dan saya sangat nyaman dan aman ketika berbusana seperti itu. Walaupun kalau di rumah dan lingkungan terdekat masih suka tutup buka. Maklum, jiwa abg masih labil! Kadang semangat, kandang malas juga!

Mama dan papa saya pun masih memberi saya kelonggaran. Namun mereka tetap selalu mengingatkan untuk tetap menjaga komitmen saya dalam berhijab.

Dan memang, ujian serta godaan untuk menjaga hijab itu sangaaaat berat. Kadang suka tergoda dengan pakaian yang di pakai para model majalah remaja. Padahal baju yang dipakai tidak sesuai untuk remaja berhijab. Jaman itu kan lagi booming remaja belasan tahun ikut kontestan pemilihan gadis sampul.

Dulu, majalah Aneka, Gadis, Mode jadi ajang bergengsi sbagai barometer kemunculan bintang baru di dunia hiburan. Poto model sebagai batu loncatan yang paling mudah untuk menjadi artis Indonesia.
Tahu kan, siapa artis- artis senior kita saat ini? Dulunya mereka itu jebolan dari ajang seperti ini. Saat itu belum ada selebgram.

Kembali ke perjuangan saya menjaga hijab ya!

Godaan lain, suka banget lihat teman sebaya yang mempercantik rambutnya dengan berbagai aksesoris.
Lah guwe kan engga bisa ngiket rambut dengan beraneka warna karet atau menghias kepala dengan bando yang lucu!
Hi hi hi…

Tapi saya bersyukur, begitu banyak godaan yang datang silih berganti saya tetap menjaga hati untuk setia pada hijab. Setiap manusia selalu berproses. Pastinya proses yang mengarah kepada kebaikan. Dan hijab adalah kebaikan.
Buktinya, sampai saat ini teman-teman sekolah saya, para perempuan cantik dan berpendidikan tinggi, muslimah yang tersebar di berbagai negara dan banyak lagi yang sangat BANGGA dengan HIJAB sebagai identitas muslimah.

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.