Bersama Lawan Corona

Masih tentang Corona. Berita bertambahnya orang yang terjangkit virus ini, semakin membuat hati was-was. Lebih dikarenakan virus ini bisa mengenai siapa saja. Dan jika positif terjangkit virus ini, maka tak banyak rumah sakit yang mau memberikan pelayanan untuknya. Hal ini dikarenakan fasilitas dari rumah sakit yang terbatas, baik tenaga medisnya, obat-obatannya maupun sarana prasarana lainnya. Sehingga, bisa jadi satu pasien covid-19 bisa menyebabkan orang lain ikut tertular dan terancam kematian, jika tidak mendapatkan layanan kesehatan secara cepat, terbaik dan aman.

Merasa was-was terhadap suatu penyakit yang membahayakan adalah hal yang wajar. Apalagi jika penyakit itu bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Namun begitu, bagi orang yang beriman, adanya berbagai bahaya penyakit tidak cukup hanya dihadapi dengan was-was, perasaan cemas, dan kebingungan yang berlebihan. Keyakinan bahwa semua kejadian adalah terkait qadha dan qadar dari Allah SWT, haruslah dikedepankan. Oleh karena itu, berbagai upaya baik ikhtiar langit maupun bumi haruslah ditempuh.

Ikhtiar langit yang bisa dilakukan adalah bertaubat, bersabar, bertawakkal dan memperbanyak doa dan dzikir. Sedangkan ikhtiar bumi, adalah melakukan berbagai pencegahan dan pengobatan sesuai anjuran dari pemerintah maupun tim kesehatan.

Bertaubat. Setiap bala’ bisa jadi diberikan oleh Allah SWT kepada kita karena kita sudah terlalu banyak melalaikan perintah-perintah Allah SWT dan larangan-Nya. Kita sudah terlalu sering melakukan kemaksiatan. Hingga Allah SWT datangkan bala’ untuk kita sebagai pengingat, agar kita segera bertaubat. Meninggalkan berbagai kemaksiatan dan kembali kepada hukum Allah SWT yang sudah ditetapkan.

Taubat yang dilakukan haruslah total, yang dikenal dengan taubat nashuha. Rasulullah Saw bersabda :

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ

Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.

لَوْ أَنَّ الْعِبَادَ لَمْ يُذْنِبُوْا لَخَلَقَ اللهُ الْخَلقَ يُذْنِبُوْنَ ثُمَّ يَغْفِرُ لَهُمْ رَواه الْحَاكِمُ

Seandainya hamba-hamba Allah tidak ada yang berbuat dosa, tentulah Allah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni mereka.

Dengan bertaubat, kita dapat membersihkan hati dari noda yang mengotorinya. Sebab dosa menodai hati, dan membersihkannya merupakan kewajiban. Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya seorang mukmin bila berbuat dosa, maka akan (timbul) satu titik noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, meninggalkan (perbuatan tersebut) dan memohon ampunan (kepada Allah), maka hatinya kembali bersih. Tetapi bila menambah (perbuatan dosa), maka bertambahlah noda hitam tersebut sampai memenuhi hatinya. Maka itulah ar raan (penutup hati) yang telah disebutkan Allah dalam firmanNya “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. [Al Muthaffifin:14]

Bersabar. Adanya bala’ bisa jadi sebagai bentuk ujian untuk kita. Oleh karena itu hendaknya kita mengedepankan sikap bersabar dalam menghadapinya. Ini sebagaimana diperlihatkan dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah Saw sedang menjenguk Ummu Al A’la saat sakit.

عَنْ أُمِّ العَلاَءِ قَالَتْ : عَادَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيْضَةً، فَقَالَ : اَبْشِرِىْ يَا أُمِّ العَلاَءِ، فَإِنِّ مَرَضَ المُسْلِمِ يُذْ هِِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْ هِبُ النَّارُ خَببَثَ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ

“Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk-ku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”.
Sudah barang tentu kita akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada diri kita, suami/isteri, anak atau anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar iman kita. Allah menurunkan cobaan kepada kita, agar Dia bisa menguji iman kita, apakah kita akan sabar ataukah kita akan marah-marah, dan adakah kita ridha terhadap takdir Allah ?

Dengan bersabar, kita akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]

Kita juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]

Kita juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.

وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]

نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]

Bertawakal. Tawakal dalam artian seperti memasrahkan suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Arti kata tawakal dalam Bahasa Arab, yaitu tawakkul yang artinya mewakilkan atau menyerahkan. Sebagai umat islam Anda perlu tahu tentang dalil tentang tawakal agar bisa melewati berbagai ujian yang akan dihadapi.

Dalam setiap kehidupan manusia yang dijalankan, pasti ingin berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk yakin dan usaha saja tidak cukup, jika tidak meminta kepada Allah SWT. Setelah berusaha dan berdoa sungguh-sungguh, bertawakalah kepada Allah SWT. Dengan bertawakal, hidup kita akan selalu tenang, damai, dan mudah bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan.

Dalil perintah tawakal di antaranya adalah


وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan bertawakkallah kamu kepada Allah Yang Maha Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya. – (Q.S Al-Furqan: 58)

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

Dan bertawakkallah kamu kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. – (Q.S As-Syuara: 217)

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ

Ikhtiar bumi harus juga dilakukan. Perlu diketahui bahwa penderita COVID-19 memiliki gejala yaitu kesulitan bernapas, nyeri atau merasakan adanya tekanan terus-menerus di dada, kebingungan atau ketidak mampuan untuk bangun dari tidur, hingga suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius.

Orang yang mengira menderita COVID-19 mungkin akan merasakan seperti pilek dan flu yang disertai demam yang sangat tinggi, namun nyatanya gejala yang ditimbulkan cukup kompleks.

Bagi orang yang merasakan gejala-gejala seperti di atas, maka ikhtiar yang wajib dilakukan adalah seperti di bawah ini:

1. Sebisa mungkin tinggal di kamar tidur tertentu di rumah dan jika memungkinkan, gunakan kamar mandi yang terpisah.

2. Jangan menangani hewan peliharaan atau hewan lain karena penyebab dari virus corona yang masih belum diketahui.

3. Kenakan masker wajah di sekitar orang lain, agar orang lain tidak ikut terinfeksi.

5. Hindari berbagi barang atau tempat tidur dengan orang lain atau hewan peliharaan.

6. Cuci tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir selama 20 detik, atau bisa gunakan pembersih tangan seperti hand sanitizer.

7. Bersihkan semua permukaan barang yang sering disentuh seperti piring, gelas, mangkuk dan peralatan makan lainnya.

Akhirnya, menghadapi dan melawan virus Corona ini harus dilakukan secara bersama-sama dan saling mendukung. Berbagai upaya atau ikhtiar langit dan bumi harus dilakukan. Tak boleh putus asa. Karena setiap usaha yang diiringi dengan keyakinan, doa dan tawakkal, insyaAllah akan berhasil. Bersama kita bisa.

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.