Permata Mencekam

Permata Mencekam

Pagi ini..terasa dingin karena rintik hujan

Jalan bagai karpet merah tak menarik
Semua orang menutup pintu rapat-rapat
Gelak tawa bocah tak terdengar

Jalan bagai karpet merah tak menarik
Hanya tukang roti yang melewati
Suara kerumun kini hening
Tiada orang berani bersua

Permata mencekam..
Semakin takut untuk melalui jalan
Semua menjaga diri dan keluarga
Harta dan tahta sudah tak terpikir lagi

Mereka terkapar di atas dipan putih
Mereka tak bersua keluarga
Tiada lagi yang akan engkau agungkan
Sebalut selimut teman setiamu

Keluarga tiada ada
Semua menjauh darimu
Apa yang kau pikirkan hanya kematian
Belum lagi engkau persiapkan

Permata mencekam…
Berlindunglah hanya kepadaNya
Bertawakallah dengan sujud panjangmu
Semua hanya pasrah dan berserah diri.

rumahmediagrup/Maepurple

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.