Cinta Dalam Diam

“Dzah, aku mau curhat.” Ucap salah satu siswiku. Gini dzah, aku mempunyai teman, Dia itu terlalu berharap sama seorang cowok. Dia selalu melihat cowok itu dengan pandangan yang berbeda.” Ujarnya

“Berbeda bagaimana?” Tanyaku. “Berbeda banget ketika lihat cowok lain ia biasa-biasa saja. Ini Dzah, wah ia suka rame sendiri. Kadang kaya gemes gitu.” Lanjut Mawar menjelaskan.

“Aku ngasih tau dia karena bener Dzah, tapi dia nya begitu, Soalnya Dzah banyak yang bilang ke dia udah jangan terlalu berharap ama cowok itu, belum tentu dia jodoh kamu. Eh dia malah tertawa-tawa Dzah. Akhirnya semua temen heran dengan kelakuannyaMawar bercerita dengan semangat

“Pernah waktu itu, dia meminta tolong cowok itu ngehardcover laporan Prakerin, cowok itu mau membantu, tapi anggapannya bahwa cowok itu memberikan harapan padanya.”

“Lepas membantu, cowok itu udah nggak pernah respons lagi. Tapi kasian temanku masih mengharapkan cowok itu.” Jelas Mawar terlihat sedih.

Aku menghiburnya, agar tak larut dalam masalah yang berkepanjangan, biarkan ia menaruh hatinya walaupun tak terbalaskan. Karena cinta itu anugerah, yang penting ia masih mampu menahan cinta itu dalam diam.” Ucapku kepada Mawar.

“Tapi, aku kasian kepadanya, hingga dia berharap banget. Sampai si cowok itu dipanggilnya “Calon suami”😂

“Sampe foto-foto cowok itu disimpen di laptopnya Dzah. Tanpa sepengetahuan cowok itu. Saking berharap ama si cowok itu, kerap kulihat dia senyum-senyum sendiri. Aku khawatir, ia menjadi tergila-gila dengan cowok itu.” Jelasnya sambil menundukkan kepala.

“Semoga, tidak sampai begitu Nak, kita doakan seiringnya waktu, semoga ia mampu menyadari bahwa ia sedang memulai konflik batin di dalam hatinya, Kita doakan semoga ia segera menyadari bahwa cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan” jelasku.

Cinta itu, tak memandang kapan ia akan hadir. Kepada siapa, ia akan menyapa. Kapanpun waktunya tak ada yang tahu. Kita yang belum mengalami apa yang ia alami setidaknya tak perlulah kita mengucilkannya. Rangkullah ia, dengan ada teman-temanya yang peduli. Semoga mampu memberikan ia penyemangat. Sehingga ia mampu mengikis rasa itu. Hingga hilang tak berbekas.

Untukmu anakku yang sedang kasmaran, janganlah memaksakan untuk menghilangkan rasa itu, biarkan ia tumbuh. Namun jangan kau biarkan ia liar dalam hatimu. Tuangkanlah cinta karena Allah. Karena jika sudah waktunya, tanpa kita paksapun ia untuk mencintai kita. Ia akan hadir, bila ia sudah menjadi jodoh kita. Namun bila ia bukan jodoh kita, sekuat apapun kamu memegangnya dan menariknya ia tetap akan lepas dan pergi.

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.