Kiat Terhindar dari Kesusahan

Sahabat pembaca di mana pun berada. Saya mencoba berbagi pengalaman di saat mengalami kesusahan atau kesulitan. Saya berharap bisa membantu Anda ketika menemui kesusahan atau kesulitan.

Kondisi susah atau sulit bisa dialami siapa saja. Kondisi ini tidak mengenal perbedaan strata ekonomi, jenis kelamin, jabatan, agama, dan perbedaan apa pun. Bukan berarti seorang kaya raya tidak mengalami kesusahan atau kesulitan. Bukan berarti seorang petinggi tidak memiliki kesusahan atau kesulitan. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja.

Kesusahan atau kesulitan yang mungkin dialami seseorang itu berbeda-beda. Bisa saja tentang hutang, problem keluarga, keuangan, pekerjaan, dan masalah lainnya. Masalah yang berbeda memerlukan cara menyikapi yang berbeda pula.

Jika kita membahas pemecahan masalah secara detil, hal tersebut akan memerlukan uraian yang panjang. Namun saya akan mencoba memberikan tips pemecahan masalah secara umum agar bisa diterapkan pada semua jenis permasalahan.

Berikut beberapa kiat terhindar dari kesusahan:

1. Jangan panik. Mungkin saja kita akan panik jika menemui kesusahan atau kesulitan. Tingkat kepanikan juga berbeda-beda tergantung tingkat permasalahan. Berdoa dan minum dapat mengurangi kepanikan.

2. Diam sejenak. Cara menghindari kondisi ini dengan diam sejenak agar kita dapat berpikir. Keadaan tenang membantu otak berpikir secara efektif.

3. Respons minimal. Boleh saja menangis namun jangan histeris. Cara ini bisa juga mengurangi kondisi tertekan pada diri kita.

4. Bertanya. Cobalah bertanya apa dan mengapa agar mengetahui jawabannya. Mulailah pertanyaan dan kemungkinan jawaban dalam diri kita. Setelah itu bisa kita ajukan kepada pihak lain yang ada keterkaitan dengan masalah kita. Lakukanlah dengan bijak agar tidak menimbulkan masalah baru.

5. Cari orang dekat. Cobalah meminta bantuan orang dekat untuk menemani kita sehingga bisa membantu kita berpikir dan mencari solusi. Orang dekat bisa saja teman dekat, kerabat famili, orang yang kita segani, atau orang lain yang kita percayai.

6. Tahan agar keluarga dekat tidak tahu. Usahakan jangan membuat keluarga dekat merasakan kesusahan dan kesulitan yang kita hadapi karena mereka adalah bagian dari jiwa kita dan itu akan mengganggu ketenangan kita. Jika kondisi sudah mulai tenang, barulah kita bicara kepada keluarga kita dengan cara yang tidak membuatnya panik.

Dari beberapa langkah di atas, semoga dapat mengurangi kesusahan dan kesulitan yang kita alami. Ikhtiar itu wajib namun pasrahkan takdir dari Sang Mahakuasa. ***

rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.