Kerangka Ketenagakerjaan Dalam Industri 4.0

Sumber gambar :http;//www.indonesia.go.id

Kerangka Ketenagakerjaan Dalam Industri 4.0

Ilmu ekonomi ketenagakerjaan adalah  cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang bagaimana bekerjanya pasar tenaga kerja. Dipelajari untuk memperoleh /mempermudah dalam menggambarkan persoalan-persoalan (ekonomi) dalam kehidupan sosial (ketenagakerjaan). Di dalamnya meliputi persoalan penawaran tenagakerja, permintaan tenagakerja, terbentuknya pasar tenaga kerja, human capital, terbentuknya upah, mobilitas tenaga kerja, diskriminasi tenaga kerja, komunitas kerja, dan beberapa topik lain dalam lingkup persoalan ketenagakerjaan.

Dalam fase perkembangan industri, membutuhkan masa yang semakin singkat dari waktu ke waktu. Perubahan fase ini membawa konsekuensi pada perubahan kondisi ketenagakerjaan. Afe awal adanya penemuan mesin uap mendorong munculnya kapal uap, kereta api, dll. Kemudian penemuan listrik dan assembly line yang meningkatkan produksi barang. Adanya perkembangan inovasi teknologi informasi, komersialiasi personal computer. Dan saat ini muncul kegiatan manufaktur yang terintegrasi melalui penggunaan teknologi wireless dan big data secara massif.

Saat sekarang, perubahan fase sudah berada pada perubahan dari sentuhan kulit, face to face menuju kepada sentuhan layar, screen to screen, relasi virtual dengan berbagai macam window dressing yang dijalankan secara otomatis dan robotik. Fase perubahan ini yang kemudian dikenal dengan Revolusi Industri 4.0, sebuah fase yang secara umum tentang otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi pabrik, robotic dan artificial intellegence. Fase yang pada akhirnya menghasilkan “Smart Process“. Di dalam Smart Process tersusun moduler, algoritma, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan secara desentralisasi.

Lalu, proses perubahan robotik ini membawa dampak kemunculan sebuah revolusi pada perkembangan industri. Perubahan ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, cloud computing, sistem big data, rekayasa genetika dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Disruptive technology hadir begitu cepat dan pesat sehingga memberi ancaman bagi industri-industri raksasa. Di era yang baru ini, ukuran perusahaan tidak perlu besar, namun perusahaan tersebut haruslah ‘lincah’ dalam memanfaatkan teknologi dan informasi. Munculah berbagai teknologi yang dikuasai oleh perusahaan. Padahal, di dalam perusahaan itu terdapat manusia yang dipekerjakan. Hal ini menuntut pasar kerja hanya mempekerjakan manusia yang memahami teknologi beserta kelincahannya.

Skill terhadap teknologi membawa dampak pada perubahan kebutuhan skill yang lain. Penting untuk diketahui bahwa selanjutnya masyarakat sebagai bagian dari pasar tenaga kerja memiliki “PR” untuk mememuhi kebutuhan pasar. Skill terhadap profesional pada big data, penyaringan informasi, tindakan cyber security.

Tantangan pada pemenuhan skill masa depan yakni Complex Problem Solving yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata. Social Skill yaitu kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga emotional intelligence. Process Skill yakni kemampuan terdiri dari: active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others. System Skill yaitu kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan. Cognitive Abilities yaitu skill yang terdiri dari antara lain: Cognitive Flexibility, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity, Mathematical Reasoning, dan Visualization . Beberapa skill ini yang pertumbuhan permintaannyaakan paling tinggi berdasarkan beberapa sektor industri, di mana sebelumnya sektor tersebut tidak banyak membutuhkannya.

Lalu, pertanyaanya sudah siapkah kita? Menyediakan skill yang diminta oleh industri, dan bahkan memiliki kecanggihan berpikir mengikuti cepatnya kecanggihan teknologi.

Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.