Hemat Kertas, Yuk!

Hemat Kertas, Yuk!

Sobat Cilik Rumedia, apa persamaan buku, kardus dan selembar uang sepuluh ribu rupiah? Ya, ketiganya sama-sama terbuat dari kertas. Kertas telah sangat akrab dengan kehidupan kita, sehingga kita kadang memperlakukannya seperti barang tak berharga yang bisa diremas dan dibuang begitu saja. Namun tahukah kalian, untuk membuat selembar kertas orang harus menebang sebuah pohon? Hmm, padahal pohon-pohon di dunia kabarnya sudah semakin sedikit saja. Apalagi untuk mengubah sebatang pohon menjadi kertas dibutuhkan proses yang cukup panjang. Kalian sudah tahu prosesnya? Mari kita telusuri bersama.

Kertas terbuat dari serat-serat mungil yang terdapat pada tumbuhan. Kalau kalian menyobek kertas, kalian akan menemukan serat-serat kecil ini di tepi sobekannya. Dahulu orang menggunakan bambu, jerami dan dedaunan untuk membuat kertas. Sekarang kebanyakan kertas terbuat dari kayu lunak seperti pinus dan cemara. Hal ini karena serat pinus yang panjang sangat tepat untuk dibuat berbagai jenis kertas.

Pertama-tama, pohon yang sudah ditebang dibersihkan dari kulitnya. Kulit pohon akan membuat kertas menjadi berbercak, sehingga perlu dibuang. Batang pohon yang sudah bersih kemudian dihaluskan sehingga menjadi bubuk atau kepingan kecil. Kepingan ini kemudian direndam dalam larutan kimia sehingga menjadi empuk, lalu dicampur air sehingga menjadi bubur kertas.

Bubur kertas ini lalu dituangkan di atas ban berjalan terbuat dari jalinan kawat logam supaya seratnya tersebar. Jika ingin kertas berwarna, maka bubur kertas diberi warna sebelum dituang di atas pelat logam. Sambil terus melaju, air menetes keluar dari bubur kertas , hingga tiba di sebuah mesin pengepres yang memeras keluar semua sisa air dari dalamnya hingga menjadi kering. Hasilnya adalah lembaran kertas yang masih lembab. Lembaran kertas ini kemudian dipanaskan untuk mengeringkannya, dan kertas pun jadi. Sekarang tinggal memotong-motongnya sesuai ukuran.

Ngomong-ngomong, sebetulnya siapa sih yang pertama kali menemukan kertas? Menurut bukti-bukti sejarah, orang China Kuno adalah yang pertama kali menemukan cara membuat kertas, 2000 tahun yang lalu. Mereka menggunakan serat yang berasal dari kulit pohon dan kain-kain tua. Lima ratus tahun kemudian seni membuat kertas terus menyebar dan tiba di Eropa sekitar 900 tahun yang lalu. Sebelum ditemukannya kertas, orang menggunakan berbagai bahan untuk menyimpan catatan penting. Ada yang menggunakan lempeng tanah liat, kayu, batu dan logam. Lebih dari 4.500 tahun yang lalu, orang Mesir Kuno menemukan sejenis kertas dari tanaman papirus yang dipotong, direndam dan dipres hingga menjadi lembaran.

Wah, ternyata membuat kertas cukup rumit ya. Selain itu, bahan baku yang dibutuhkan juga semakin lama semakin sulit didapat. Ya, pepohonan di hutan-hutan kita semakin menipis karena terus ditebangi. Sementara itu untuk membuat 500kg kertas dibutuhkan delapan batang pohon setinggi 13,5 meter! Aduh, bagaimana nasib hutan kita kalau terus menerus ditebang? Sementara kita setiap hari terus menggunakan kertas seperti tak ada habisnya. Padahal pohon itu penghasil oksigen, kan. Apa jadinya kalau kita kekurangan oksigen karena pohon-pohon semakin berkurang?

Sisi baiknya, kertas bisa didaur ulang. Beberapa jenis kertas bisa diolah kembali menjadi bubur kertas, ditambahi pemutih, lalu dibuat menjadi kertas lagi. Tapi tentunya tidak semua kertas didaur ulang. Apalagi kalau kita terbiasa menggunakannya sesuka hati, lalu membuangnya begitu saja begitu sudah tidak terpakai lagi.

Nah Sobat Cilik Rumedia, kalian bisa turut menjaga kelestarian pepohonan dan kesegaran udara di bumi kita tercinta ini. Salah satu caranya adalah dengan menghemat kertas yang kalian pakai sehari-hari. Gunakan buku tulis sesuai keperluan, jangan mencoret-coretnya hanya untuk iseng saja. Apalagi menyobek halaman buku yang masih bersih untuk membuat kapal-kapalan. Sayang sekali, kan. Pakailah kertas yang sudah terisi dan tidak terpakai lagi untuk membuat mainan. Berhemat itu jauh lebih baik daripada boros, bukan?

Sumber: Microsoft Encarta 2009 (DVD), Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008

#latihanmenuliskomunitas

#miradjajadiredja

#rumahmediagrup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.