PERAN IBU YANG DIGERUS OLEH KAPITALIS

Peran Ibu yang digerus Oleh Kapitalis

Ibu yang selalu membersamai anak-anaknya. Sungguh Allah telah anugerahi setiap anak itu Ibu tangguh. Ibu adalah cahaya mata dan penyejuk hati. Harusnya setiap anak bersyukur kepada Allah telah dilahirkan dari rahim Ibu mereka untuk mencicipi fananya dunia ini. Anak yang dibesarkan dengan tangan penuh cinta dan dididik dengan kesabaran.

Ibu yang selalu kuatkan disaat ada anggota keluarganya lemah, ketika hati mereka menangis, ketika kaki mereka tak mampu lagi berdiri. Ibu selalu memberi dukungan disaat semua orang menjatuhkanya. Sungguh setiap anak harus mencintai Ibu mereka. Banyak sekali kebaikan Ibu yang tak akan mungkin terbalas.

Selalu bersabar, berkorban, memberikan yang terbaik, tidak banyak menuntut, selalu ada untuk membersamai anak-anaknya. Masih banyak kebaikan ibu yang tak akan mampu digoreskan.

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada ibu bapaknya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. (TQS. Al Lukman: 14)

Namun peran itu mulai tergores, tuntutan ekonomi membuatnya beralih peran. Atas nama kesetaraan gender dan untuk memenuhi kebutuhan ia singsingkan lengan baju melangkah keluar rumah. Atas nama mengamalkan ilmu ia tinggal bayi yang sedang dalam pengasuhanya pada asisten rumah tangga. Atas nama ijazah ia tinggalkan jabatan mulia yang Allah berikan padanya.

Apakah bekerja adalah sebuah kesalahan bagi perempuan?

Tentu saja tidak, asalkan pekerjaan itu tidak menggeser peran yang telah Allah amanahkan kepadanya. Namun kapitalis telah menciptakan nilai baru bagi perempuan, seseorang yang mampu menghasilkan materi dilabeli sebagai seseorang perempuan yang sukses. Pekerjaan yang menyita waktu telah berikan pangkat tersendiri baginya. Hingga julukan wanita karir membuatnya berada di negeri atas awan.

Namun Islam mendidik pola pikir seorang perempuan untuk menjadi seseorang yang tunduk pada syari’at Nya. Perempuan yang menjadi ummu wa rabbatul bait dan pendidikan utama bagi anak-anaknya untuk menghasilkan generasi terbaik. Hanya Islam yang memuliakan perempuan, meletakkanya pada porsi yang tepat. Menjadikanya mulia dengan peran sebagai Ibu pendidik generasi.

rumahmediagrup/firafaradillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.