Permainan Tradisional Legendaris yang Kian Tergerus Zaman 

Permainan Tradisional Legendaris yang Kian Tergerus Zaman

Anak-anak senang dengan dunia bermain. Baik permainan yang dikerjakan di dalam ruang, maupun di luar ruangan. Permainan di dalam ruangan misalnya monopoli, halma, main boneka, hotwheel, dan main suit batu-gunting-kertas. Salah satu contoh permainan di luar ruangan adalah kejar-kejaran. Satu anak yang jaga mengejar teman-teman yang lainnya. Bila berhasil menyentuh salah satu bagian tubuh temannya, maka teman itu yang gantian mengejar yang lainnya.

Sejenak bernostalgia di tahun 1990-an, berikut ini jenis permainan yang sempat ngehits pada masa tersebut:

  1. Jamuran
    Permainan ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Bisa dikerjakan di dalam ruangan ataupun luar ruangan. Tapi lebih nyaman jika dikerjakan di luar ruang, karena ruang geraknya lebih bebas. Cara bermainnya, beberapa anak duduk sambil menumpuk tangannya masing-masing sambil menyanyikan lagu khas permainan Jamuran.
  2. Bekelan
    Permainan ini biasa dilakukan oleh anak perempuan. Dengan memakai bola bekel dan empat buah kecik. Cara bermainnya, masing-masing kecik diambil satu-satu dengan bola bekel yang telah diayunkan. Kalau bolanya menggelinding, maka saatnya gantian dengan teman yang lainnya.
  3. Dakon
    Permainan ini bisa dikerjakan anak laki-laki dan perempuan. Biasa dimainkan oleh dua orang. Ada alat khusus yang digunakan, yaitu papan dakon dan isiannya. Jika isiannya berhenti pada papan dakon yang kosong, maka saatnya bergantian main dengan rekan yang satunya.
  4. Gatheng
    Permainan ini sangat sederhana. Bisa dilakukan oleh anak laki-laki maupun perempuan. Media yang digunakan adalah batu yang ukurannya kecil hingga sedang. Cara bermainnya mirip dengan bekelan. Berhenti main saat batu tidak berhasil kita ambil.
  5. Betengan
    Permainan ini dikerjakan di luar rumah. Membutuhkan stamina yang besar. Karena anak-anak akan dibagi dalam dua kelompok, dan masing-masing akan saling berkejaran mempertahankan wilayahnya. Jangan sampai lawan berhasil menjangkau wilayah kita.

Di era milenial ini, tidak banyak anak-anak yang paham permainan ini. Mereka lebih senang berjibaku dengan gadgetnya. Padahal permainan tradisional ini sangat menyenangkan. Selayaknya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengenalkan jenis permainan tradisional ini kepada anak-anak, agar tetap lestari dan tak tergerus zaman.

rumahmediagrup/siskahamira

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.