Agenda (Re)Kontruksi Diri Di Era Industri 4.0 (4)

sumber gambar : http;//www.indonesia.go.id

Agenda (Re)Kontruksi Diri Di Era Industri 4.0 (4)

Jika kita mau (kembali) mengenal kembali atas nilai-nilai yang kita inginkan, maka apa yang ahrus kita lakukan selanjutnya sebagai manusia?

Belajarlah, tentang apa? Belajar untuk melakukan kolaborasi dengan manusia lain. hal ini memcoba untuk memberikan ruang partisipatif dan terbuka pada diri kita sendiri, bahwa kita membutuhkan manusia lain dalam interaksi lainnya secara langsung. Belajar menjadi sosok inspiratif, melalui menghargai kinerja dan kejujuran diri maupun orang lain. belajarlah untuk memiliki daya menggugah kesadaran dan membuka pintu pencapaian pengetahuan lebih lanjut.

Capaian atas nilai-nilai pada perilaku dan tata nilai yang merupakan karakter atau jati diri seseorang. Sikap & tata nilai ini terinternalisasi selama proses “belajar”. Memiliki kemampuan yakni melalui transformasi potensi dalam diri menjadi kompetensi yang aplikatif dan manfaat bagi manusia lain (lingkungan). Penguasaan pengetahuan sebagai upaya memeroleh pemahaman, informasi, pengalaman yang pada akhirnya terakumulasi dalam kemampuan. Dan memiliki wewenang dan tanggung jawab (konsekuensi seseorang ketika memiliki kemampuan untuk menggunakannya secara benar dan beretika) dan tanggungjawab sebagai mahkluk Tuhan.

Optimis melahirkan jiwa manusia di antara teknologi menjadi tantangan dalam diri manusia itu sendiri. Hal ini dapat dilakukan melalui upaya menghancurkan “maha” pada diri manusia ( memuat nilai-nilai tawakal, pengabdian, keaikhlasan, kejujuran, kasihsayang), dan melakukan dalam aksi nyata konstruktif berbasis pada perannya sebagai sejatinya manusia.

Mainkan saja peranmu, sadari kepentingamu. Cinta kepada Allah adalah sebuah pengalaman perasaan yang hebat, tak terpisahkan dalam tindakan hidup, menjadi cinta yang hakiki adalah pengalaman pikiran. Lalu diskursus provo(k)aktif dalam membuka cara berpikir alternatif, tumbuhkan jiwa-jiwa patriot yang tidak hanya meniru, mengulang dan senang melakukannya tanpa berpikir sendiri (menjadi followers, itsnot you). Berperan dengan mengharga pendapat orang lain,  memiliki sikap dan tentu saja santun.

“Merdeka” sebagai sejatinya manusia, berdampingan dengan industri 4.0. bisakah kita? InshaAllah, karena bicara industri 4.0 tidak tentang keberadaannya yang ingin menguasai alam semesta ini, namun menggugah diri untuk bicara (sejatinya manusia) bagaimana mengabdikan diri padaNya.

Dengan niat lurus, setiap diri tunduk pada kesemestaanNya, termasuk diri dalam Industri 4.0. Kecuali ia (diri) sedang ingin menghanyutkan dirinya pada keduniaan, kefanaan, maya….

Semoga bermanfaat

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.