Kenapa (Harus) Antologi?

Kenapa (Harus) Antologi?

Ya, kenapa sih harus antologi? Ada apa memangnya dengan antologi? Wajib atau tidak bagi seorang penulis khususnya penulis pemula yang belum punya karya atau sudah punya karya tetapi ingin terus mendokumentasikan karyanya?

Berdasarkan KBBI, pengertian dari antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seseorang atau beberapa oramg pengarang. Bahasa sederhananya, nulis rame-rame alias keroyokan. Bisa juga berarti kumpulan beberapa karya berbeda dari satu penulis yang sama.

Antologi berupa kumpulan tulisan lepas dengan ending yang berbeda ini hanya dihubungkan oleh satu benang merah yaitu lewat judul dan tema buku. Isinya bisa berupa kumpulan tulisan fiksi, faksi atau non fiksi. Jumlahnya biasanya berkisar antara 10-15 naskah, dengan panjang setiap naskah minimal 2 halaman dan maksimal 5 halaman ukuran A4.

Siapa saja yang bisa menulis antologi? Semua orang bisa menulis antologi. Penulis pemula maupun yang jam terbangnya sudah cukup tinggi. Penulis usia muda maupun yang sudah lanjut usia. Penulis sekaliber Jenar Maesa Ayu juga memiliki buku serupa antologi yang berisi kumpulan-kumpulan cerita pendek dari karyanya yang terpilih.

Kenapa antologi bisa disebut sebagai salah satu jalan bagi penulis terutama penulis pemula untuk merintis karir menulis? Jika kita adalah penulis pemula yang belum pernah menerbitkan karya dalam bentuk buku, maka dengan menulis dalam antologi merupakan salah satu jalan termudah dan termurah utuk merintis karir di dunia literasi.

Apalagi di era sekarang sudah banyak sekali penerbit indie maupun komunitas menulis yang menawarkan untuk memfasilitasi kegiatan menulis lewat antologi. Salah satunya adalah Nubar, Nulis Bareng Rumedia. Tentu saja dengan biaya yang murah dan terjangkau dengan kewajiban membeli buku terbit beberapa eksemplar saja.

Antologi bisa dijadikan sebagai langkah awal penulis pemula karena menulis di antologi lebih ringan daripada kita menulis buku solo sendiri. Antologi bisa dijadikan tes pasar juga. Apakah karya yang kita tulis bisa diterima oleh masyarakat atau tidak? Apakah masih ada kekurangan dalam hal penulisan, dan sebagainya. Sejauh mana “kesaktian” dan “keampuhan” karya kita saat hadir di tengah-tengah masyarakat. Digemari atau tidak.

Intinya, antologi merupakan sarana pembuktian diri sekaligus ajang latihan bahwa kita adalah seorang penulis. Di era kini, sudah sangat mudah sekali menyalurkan kesukaan menulis, baik sebagai hobi maupun profesi. Dengan biaya terjangkau pula. Tinggal kita pintar-pintarnya memasarkan buku-buku karya sendiri dan tak sekadar hanya menulis saja.

Kenapa menulis antologi, terutama di penerbit indie bisa lebih murah daripada kita menulis buku di penerbit mayor? Cukup dengan merogoh kocek sekitar Rp.200.000,- –untuk sekitaran pulau Jawa– kita sudah bisa menerbitkan karya dengan jumlah maksimal 4 hingga 5 halaman, dan mendapatkan buku terbit sebanyak 3 eksemplar.

Sedangkan bila kita ingin menerbitkan buku di mayor, butuh uang cukup banyak sebagai modal sebab penerbit mayor sekali memproduksi buku berjumlah 1000 eksemplar. Tak mengapa jika kita sudah memiliki pangsa pasar sendiri dan buku yang diterbitkan laris manis di pasaran. Modal akan kembali berikut keuntungan. Tetapi bila tidak? Buku-buku bisa menumpuk di gudang, jamuran, dan rusak.

Menerbitkan buku di indie hingga 1000-an eksemplar ataupun menjualnya di toko buku terkemuka seperti halnya di penerbit mayor sebenarnya bukan masalah. Selama pangsa pasar buku kita jelas, kualitas isi buku sudah dipastikan akan diminati masyarakat, dan tidak hanya teronggok tak laku dijual. Atau tidak dijual di toko buku tetapi si penulis memiliki jaringan marketing sendiri? Itu lebih baik lagi. Lempar bola dan tak hanya jemput bola.

Kesimpulannya, menerbitkan karya dalam bentuk antologi adalah salah satu solusi termudah dan murah meriah bagi penulis pemula. Bisa jadi juga merupakan langkah awal menuju penulis buku solo yang memiliki nama besar dan popularitas. Insya Allah. Aamiin ya Rabbal Alamiin.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah

Sumber gambar : koleksi foto dokumen Nubar Rumedia area Jabar

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.