Suami Idaman

Suami Idaman

Manusia paling mulia di dunia ini, Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam beliau sangat peduli terhadap istrinya. ” Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik diantara kalian terhadap istri.” (HR. Tirmidzi)

Sesungguhnya ada teladan yang baik pada diri Rasulullah, yang patut  diteladani sebagai suami. Seorang suami harus pandai memahami istri, menghormatinya dan memperlakukannya dengan penuh perhatian.

Semua pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dia pimpin, seorang bos untuk bawahannya, presiden untuk rakyatnya, suami untuk istri, istri untuk anak-anaknya. Seorang perempuan jika sudah menikah ia telah menjadi milik suaminya, dan sudah menjadi tugas seorang suami untuk membimbing, mendidik mengajak istri berjalan menuju surga-Nya. Maka persiapkan ilmu untuk membimbing istri, menciptakan keluarga yang islami,  menjadikan anak-anak yang ta’at kepada Allah dan berperilaku terpuji. 

Jadilah  suami yang mencintai dan menghargai istri, jangan hanya berperilaku baik kepada teman-teman dan rekan kerja, tapi engkau bersikap buruk kepada istrimu. Meninggikan suara, memandangnya dengan pandangan tajam dan penuh amarah. Ingat, istrimu bukan malaikat, bukan pula bidadari yang tak punya rasa sakit hati, ia diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, jika kau ingin meluruskannya maka akan patah, perlakukanlah ia dengan baik, berlemah lembutlah kepadanya. Ridhalah terhadap kekurangannya, penuhi fikiranmu dengan keistimewaannya agar hatimu tenang dan rumah tanggamu bahagia.

Jangan  rendahkan istrimu di hadapan banyak orang, apalagi didepan keluarga dan anak-anakmu. Jangan pula engkau malu, angkuh dan sombong untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, kau harus mampu  membuat istrimu merasa bahwa dirinya yang paling bahagia karena mendapatkan cinta istimewa darimu.

Pergaulilah istri dengan cara yang patut dan benar, perempuan tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, dan tulang rusuk yang paling bengkok berada diatas. Jika kamu ingin meluruskannya, berarti kamu mematahkannya,  dan apabila kamu membiarkannya berarti ia akan tetap bengkok selamanya.

Islam mengajarkan kasih sayang, jadi perlakukan garwomu (istrimu) dengan penuh kasih sayang, nasehati ia dengan penuh kebaikan, pelan-pelan kau ajarkan ketakwaan.

Seringkali para suami mengartikan ketegasan dengan tidak mengeluarkan kata-kata kecuali ucapan dan perintah dengan nada tinggi, serta dengan karakteristik yang kaku, dengan mudah memukul istri, menakut-nakuti dengan cara mengerutkan dahi serta memandanginya dengan penuh amarah.

Jangan dikira dengan sikap dan perlakuan seperti itu, lantas membuatmu dianggap suami yang tegas. Justru itu adalah kesalahan terbesarmu sebagai suami, kau tak mampu menjalankan nilai-nilai islam, bahkan enkau sudah jauh dari fitrah seorang manusia yang memiliki rasa kemanusiaan.

Rasulullah bersabda,” jangan seorang mukmin membenci seorang mukminah, apabila ia membenci satu akhlaknya tentu ia ridha terhadap akhlak yang lainnya.” (HR.Muslim)

Perlakukan seseorang sebagaimana kau ingin diperlakukan, kau ingin istrimu berhias di dalam rumah, tapi kau tak pernah lakukan itu. Kau ingin istrimu bersikap lemah lembut, padahal kau suami yang gampang marah. Istrimu yang menjaga anak-anakmu, dia yang mendidik anak-anakmu, dia juga yang memelihara rumah dan hartamu. 

Jangan menutup mata, atas semua yang sudah dikorbankan oleh istrimu. Hey… dia begitu istimewa, jika ada sifat atau perilaku yang membuatmu marah, jangan membencinya, siapa sih orang yang tidak pernah berbuat buruk sama sekali? Apa ada orang yang hanya memiliki kebaikan dalam dirinya?

Perempuan itu sensitive, Itu sudah menjadi tabiat perempuan, jadi tetaplah mencintainya walaupun ada sifat-sifat yang tak kau suka, karena bagaimanapun juga tidak ada kesempurnaan di dunia ini, kalian diciptakan untuk saling menyempurnakan.

Aisyah berkata,” Rasulullah selalu membantu pekerjaan istrinya, dan apabila muadzin memanggil untuk sholat maka beliau berdiri seakan-akan tak mengenal seorangpun diantara kami.”

Wahai para suami, Rasulullah dulu membantu pekerjaan istri-istrinya, beliau melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Tidakkah kamu ingin meneladaninya? Padahal perbuatan itu dilakukan oleh manusia paling suci dan mulia di dunia.

Kamu tidak akan terhina, lantaran membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, buang jauh-jauh sikap songong yang seperti itu terhadap istrimu. Tak taukah engkau, istrimu akan semakin menghormatimu, jika kamu perlakukan dia dengan baik, justru itu akan membuatnya semakin patuh dan nurut kepadamu.

Tugas seorang suami adalah memberi nafkah, membimbing, menasehati dan mengarahkan. Jika kau tak mampu bersikap lemah lembut, maka jangan harap kau mampu mengatur kehidupan rumah tangga. Rasulullah sudah berkata,” janganlah dari kalian mencambuk istrinya seperti mencambuk budak kemudian ia menggaulinya diakhir hari.” (HR. Bukhari)

Allah memberimu anugrah berupa istri, bersikap baiklah terhadapnya, jangan mudah menjelek-jelekan apalagi menampar dan memukul. Bukan itu yang dicontohkan Rasulullah, coba kita ingat kembali keromantisan yang diperlihatkan Rasululllah, sosok agung dan mulia, beliau berlomba lari dengan Aisyah, bercanda dengan istrinya dan menghadirkan kebahagiaan didalam hatinya.

Kau pun harus mampu seperti itu, bertutur kata lembut, bercanda dengan kata-kata indah, sesekali merayu dan memujinya, lalu kau kecup keningnya, kau peluk dengan penuh kehangatan.

Agar terwujudkan kehidupan berumah tangga yang tenang, keluarga yang islami, dan melahirkan generasi yang akan membangkitkan panji Allah, menjunjung tinggi agamanya, menjalankan sunnah Rasulullah dan mampu menerapkan syariat islam.

Jadikan kehidupan rumah tangga sebagai ladang pahala kita, terus perbaiki niat, agar benar-benar ikhlas menjalaninya karena Allah ta’ala. Aset terbesar kita dalam hidup selain memiliki anak-anak yang shaleh-shalihah adalah menjalankan kehidupan rumah tangga karena di sana tempat kita mngabdikan diri.

Saling mencintailah karena Allah, agar kelak saat kita temui keburukan didalam diri pasangan kita, kita masih mampu memenuhi hak-hak pasangan kita, dan masih bisa menjalankan kewajiban kita sebagai seorang pasangan. Jika dari awal kita sudah melibatkan Allah, kita penuhi hak-hak suami bukan karena dia suami kita tapi karena Allah, begitupun sebaliknya, saling memenuhi hak bukan karena pasangan tapi karena Allah. Dalam menasehati pun harus seperti itu, karena takut pasangan dari kita menjadi penghuni neraka, maka saling menasehatilah karena Allah. 

Untukmu yang bergelar suami, ketahuilah istri itu senang disentuh perasaannya, pujilah dia sesering mungkin, meski hanya sebuah rayuan itu sudah cukum membuatnya tersenyum. Sesekali beri dia hadiah atau kejutan kecil, berbohong demi kebaikan itu tidak apa-apa misalnya saja pada saat masakan istri rasanya kurang pas tapi tetap mengatakan bahwa masakannya enak, sering puji dia dengan ungkapan “ maa syaa Allah cantiknya istriku” atau dengan kalimat pujian yang lain. Buat hati istri selalu berbunga-bunga.

 Sebenarnya membuat istri merasa dipedulikan itu mudah, coba saat suami pulang kerja bawakan dia snack sisa meeting di kantor, dengan perlakuan sesederhana itu ia sudah merasa bahagia, kemudia luangkan waktu untuk mendengar ceritanya, keluh kesahnya setelah seharian mengurus anak, menyelesaikan pekerjaan rumah, saat istri bercerita dengarkan dengan seksama jangan sambil main HP, dia itu sudah menunggu lama  hanya ingin bercerita tadi dirumah ada kejadian ini dan itu, tadi anak kita begini dan bigitu. Jangan buat istrimu hatinya terluka lantaran dia merasa bahwa suaminya tidak peka.

Kawan, baik suami maupun istri ia hanya tamu bagi kita, perlakukan ia dengan baik, kita harus mampu bersikap lemah lembut, kita harus bisa menegur tanpa menyakiti, harus bisa membalut setiap nasehat dengan cinta, rumah tangga adalah ibadah terlama, mari kita jadikan ini sebagai ladang amal untuk berbuat kebaikan agar kelak di akhirat pahalalah yang akan kita panen.

Copas dari naskah buku Allah dulu, Allah lagi, Allah terus ( by.Vita)

Rumahmediagrup/Vita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.