Nyi Iteung dan Kang Kabayan : Buah Semangka Berdaun Sirih

Nyi Iteung dan Kang Kabayan :

Buah Semangka Berdaun Sirih

Siang hari setelah salat zuhur, Nyi Iteung santai sejenak di saung pipir rumahnya. Angin sepoi-sepoi bikin ngantuk. Daun dan ranting bergerak tertiup angin. Nyi Iteung jadi mengantuk dan nundutan.

Tiba-tiba, badannya terasa bergoyang. Nyi Iteung kaget. Tanpa sadar dia bangun dan langsung memeluk tiang saung.

“Ya allah, gempa!” teriak Nyi Iteung ketakutan.

Tiba-tiba ada yang tertawa di sebelah, Nyi Iteung menoleh, rupanya Oni -anak sulung Nyi Iteung dan Kang Kabayan- membangunkannya.

“Ada apa, Oni? Ambu pikir ada gempa. Tadi teh Ambu lagi mimpi ketemu pangeran ganteng pakai kuda putih nganterin sembako. Eeh … Oni malah bangunin Ambu, jadi ilang deh, mimpinya,” kata Nyi Iteung sambil pegang kepalanya. Pusing.

“Ambu, ini teh daun apa?” tanya Oni sambil membawa sepucuk daun. Oni anak SD kelas tiga.

“Buat apa daun itu?”

“Ini tugas dari bu guru, tadi di grup whatsapp kelas, disuruh nyari berbagai jenis daun dan namanya. Di tempel di kertas, dipoto terus dikirim ke grup. Selama libur sekolah ini harus ngerjain tugas, Ambu.”

“Oh gitu. Nah, sekarang gini. Oni tadi tanya ini daun apa? Coba lihat pohon yang ada daun ini ada buahnya engga? Coba sana lihat!” suruh Nyi Iteung.

Oni lari ke pekarangan rumahnya yang banyak ditumbuhi berbagai jenis tanaman oleh Kang Kabayan.

Tak lama kemudian balik lagi ke saung. Oni melihat Nyi Iteung tidur lagi.

“Ambu, Ambu jangan tidur lagi atuh! Bilangin ke pangeran datang dua jam lagi kalo mau nganter sembako. Oni mau belajar dulu,” rajuk Oni.

“Iya, udah Ambu suruh pulang dulu pangerannya,” kata Nyi Iteung. Matanya setengah terbuka. Lagipula mana bisa mimpi yang udah kepotong balik lagi ya?

“Tadi hasil penyelidikan Oni, ternyata daun itu adanya di pohon yang ditanam Abah sebelah barat rumah kita. Dari pagar depan sekitar tiga depa. Oni udah ngitung jaraknya. Deket kandang si Jabrig, ayam jago kongkorongok. Nah, Oni lihat pohon itu buahnya masih kecil-kecil dan udah di cobain. Oni simpulkan, ini daun dari pohon jambu air,” kata Oni bangga.

Wah Oni calon peneliti rupanya …

“Anak Ambu teh pinter! Sekarang, cari lagi daun lain. Caranya kayak tadi. Lihat buahnya atau umbi di bawah yang ketutup tanah. Kayak singkong. Tau kan singkong? Sok geura! Jangan ganggu lagi Ambu, ya!”

“Oke Ambu!”

Oni lari lagi ke depan rumah. Tak lama kemudian terdengar dari rumah lagu-lagu kenangan milik Broery Marantika. Rupanya Kang Kabayan sedang menghidupkan radio.

Nyi Iteung kembali rebahan. Suara Broery Marantika mengingatkan zaman masih pacaran sama Kang Kabayan.

Lagi mengenang masa lalu, tiba-tiba Oni muncul lagi.

“Ambu, Ambu! Buah semangka berdaun sirih itu kayak gimana? Beli dimana? Oni mau bikin laporan ke bu guru.” kata Oni polos.

Nyi Iteung melongo. “Nyari dimana? Oni tau dari mana ada buah semangka berdaun sirih?”

“Itu di radio yang disetel Abah.”

Kang Kabayaaaaann … kumaha ini?

Judul cerita terinspirasi dari lagu Rinto Harahap berjudul Aku Begini Engkau Begitu dinyanyikan oleh Broery Marantika.

rumahmediagrup/irmasyarief

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.