Marhaban Ya Ramadan

“Ramadan kurindu, untuk bertemu siapkan hatiku juga hatimu. Ramadan kurindu untuk bertemu dengan penuh cinta jemput indah Ramadan.” Berulang-ulang lagu itu dinyanyikan Nizam. Secara kebetulan hari ini Nizam mendapatkan tugas dari sekolahnya untuk menyanyikan lagu itu dan divideokan. Berulang-ulang ia ikuti lagunya. “Susah Bunda, Dede nggak bisa-bisa.” Ucap Nizam. “Sabar sayang, ulang-ulang saja, pasti kamu bisa. Coba Aa Nazriel bantu Nizam menghapal lagunya,” pintaku sembari kusiapkan laptop dan speaker untuk mereka dengarkan.

“Ayo Bunda, Dede udah siap nyanyi lho,” ujar Nizam dengan semangat. Padahal tadinya mengeluh nggak mau menyanyi. Siapapun orangnya pasti akan menyambut bulan suci Ramadan dengan gembira. Tidak terkecuali kedua puteraku begitu gembira, mereka sangat gembira bila shaum. Mereka akan lebih suka ria saat berbuka, karena selalu menanti minuman yang mereka suka yaitu es campur dan bubur sumsum dicampur dengan mutiara.

Asyik lagi bila sore menjelang magrib, ini yang ditunggu-tunggu. Ada istilah yang kami sebut dengan kata ngabuburit. Arti ngabuburit itu nunggu magrib dengan jalan sore sambil mencari berbagai takjil di pasar tumpah, pasar tumpah itu bukan berarti di sana banyak makanan yang tumpah loh. Istilah itu menjelaskan bahwa pasar dibuat dadakan ada hanya sore saja. Di sana variasi makanan dan minuman yang menggoda rasanya ingin diborong semua.

“Besok kalau sahur bangunkan ya Bunda, jangan lupa pakai alarm yang kenceng biar Dede bisa bangun sahur,” cetus Nizam dengan semangat tak kalah kakaknya pun menimpali. “Iya kasian perut Dede bunyi dan bilang lapar-lapar terus ya Zam. Nanti cacingnya goyang-goyang eh bunyi deh perut Dede. Hahahaha…” Pecah ketawa mereka sambil pegang-pegang perutnya.

Suasana bulan Ramadan yang sangat dirindu itu, ketika tilawah di masjid dengan memakai speaker. Anak-anak paling suka bermain speaker. Tilawah dan solawatan bersama di masjid mereka lakukan sambil menunggu beduk berbunyi dan azan berkumandang. Mereka berbuka puasa gratis di masjid, setelah sholat magrib, mereka pulang dan mengincar bubur sumsum berbalut mutiara. Selepas menikmati bubur itu mereka akan pergi kembali bersama ayahnya ke masjid untuk sholat tarawih berjamaah.

Sayang sekali untuk bulan ini tak ada lagi takjil gratis dan bermain speaker. Wabah covid-19 yang menghambat kita berjamaah di masjid. kami rindu dengan suasana dan suara tilawah hingga tengah malam di masjid. Ada ketenangan dan ketenteraman di hati saat mendengarkan suara tilawah anak-anak di masjid. Namun tak menyurutkan semangat untuk tilawah bersama di rumah. Semoga datangnya bulan Suci nan penuh berkah ini mampu menghapuskan segala virus di muka ini. Kami rindu ya Rabb. Aamiin ya Rabbal Aalaamin.

Mari sambut bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita.

Ayat yang berisi firman Allah mengenai kewajiban puasa ini tertuang pada Surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Wallahu A’lam Bishowab

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Selamat menunaikan ibadah puasa😍🤩🙏

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.