Sahur Pertama, Berita Bank Banten Collapse, Dan Soto Ayam 2 Porsi

Sahur Pertama, Berita Bank Banten Collapse, Dan Soto Ayam 2 Porsi

Hari menjelang bedug Maghrib, saat keluargaku santai menonton TV, aku sendiri membuka-buka WA grup sekolah, menunggu ketetapan pemerintah tentang awal puasa Ramadhan, saat itu tanggal 23 April.

Satu hari setelah diumumkannya satu bank di Banten tempat biasanya aku menerima gaji sebagai guru, tiba-tiba dinyatakan bangkrut, setelah berseliweran di grup-grup WA sekolah dan MGMP tentang Surat Keputusan Gubernur Nomor 583/KEP.145-HUK/2020 tentang penetapan kalau operasional RKUD provinsi Banten, terhitung mulai tanggal 22 April 2020 dialihkan ke bank BJB lagi, yang dulu gaji kami dialihkan karena berdirinya bank Banten. 

Subhanallah… benar-benar berita yang mengejutkanku, dimana di  ATM itu masih memungkinkan buat menyambung belanja dapur sampai saat tanggal gajian, mana uang cash di rumah hanya 50 ribu plus recehan maka kupaksakan menuju mesin ATM di depan komplek tempat tinggalku, operasionalnya sudah tertera *transaksi dibatalkan, hubungi bank anda terdekat,*  alamak… aku cuma masak ala kadarnya hari itu karena memang terpikirkan nanti sore ke ATM, lalu sekalian membeli tambahan lauk tambahan buat makan sahur pertama, mengingat jumlah uang dapur yang sudah menipis.

Woooww… berarti harus ke kota Serang. padahal sudah sore ketika  itu, maka harus besok paginya hari pertama puasa harus ke kota. Jadilah malam itu aku sahur bersama anak-anak dan suami yang kami isi dengan perbincangan seputar kemungkinan, betapa ramainya besok pada jam kerja karena antrian nasabah yang khawatir seperti aku. 

Benar saja, sampai di kota masih jam 8 pagi lewat beberapa menit, tempat bank tersebut kami disarankan buka rekening buat kami para guru, ternyata antrian sudah mengular dari halaman gedung sampai ke jalan raya, hari pertama puasa terjadi *rush* ini, pikirku sesaat dan  merasa ragu ikut mengantri, mengingat jarak mereka begitu dekat satu sama lain dan ada beberapa tidak memakai masker hidung, memang belum diberlakukan PSBB pas Jum’at hari pertama puasa itu., riskan sekali menurutku. 

Kukenali seorang teman dari satu sekolah kami sudah di depan, dekat sekali dengan pintu kantor, mengantri dekat pak satpam yang mengatur supaya antrian tertib, iseng kuambil foto temanku itu dengan lengkap memakai masker pelindung, jarak kami mengantri memang tak begitu jauh, lalu kulihat dia sudah masuk kedalam kantor bank, ada sesal kenapa tidak berangkat sedari dini hari tadi. 

Aku berharap masih kebagian nomor antrian yang dibagikan dengan perasaan was-was, berhasilkah aku membawa uang tunai sisa buat menutupi kebutuhan dapur hari itu dan hari-hari selanjutnya sampai pas tiba gajian? 

Dan…kabar bagaimana temanku yang masuk tadi berhasil atau tidak membawa uang tabungannya, karena pintu keluar yang agak jauh dari tempatku mengantri tak memungkinkan menanyakan hasilnya. Iseng ku WA dia, kutanya berhasil apa tidak? Deeeg… ternyata dia pun tidak berhasil membawa tunai dan hanya diberi  catatan dari teller untuk kembali pada hari Senin tanggal 27 April. 

Senyum-senyum menghibur diri sendiri yang mulai galau, dapat di hari apa aku nanti, perkara uang tinggal tidak sampai 20 ribu di kantong (sisa dari 50 ribu yang dipakai untuk beli soto ayam 2 porsi buat kami berempat, buat sahur pertama), sudah ku abaikan saja, in syaa Allah ada kemudahan buat buka puasa pertama  hari ini. 

Giliranku masuk kantor bank pun tiba, dan Subhanallah sekali aku mendapatkan antrian untuk kembali mengambil antrian pada hari Jum’at minggu ini atau tanggal 1 Mei, waktu gajian juga sebenarnya, yaah… aku berharap masih ada kemungkinan bisa tarik tunai via ATM selain hari itu, jadi tak perlu repot ke kota lagi. 

Sambil terus memikirkan bagaimana hari ini dengan belanja dapurku buat buka puasa pertama, aku masih berpositive thinking akan pertolongan Allah, ketika tiba-tiba WA dari suami mengabarkan gajiannya sudah pula turun  sejak di hari pertama ini. 

Allah maha kaya, maha kasih sayang kepada umatnya, hari itu sahur pertama keluargaku dengan seadanya menu plus soto ayam 2 porsi buat berempat, efek dari berita yang mendebarkan juga, lalu bersambung dengan kejutan kenyataan di hari pertama dapat antrian untuk  seminggu kemudian, yang akhirnya kejutan dari WA suami, apa pun itu intinya kita hadapi semua kejadian dengan selalu sikap dan positive thinking, insya Allah tidak ada yang tidak akan menemukan solusi.

rumahmediagrup/isnakuainr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.