MENU SAHUR YANG TERTUKAR

Menu Sahur Yang Tertukar

Kegembiraan dan suka cita dalam menyambut Ramadan terlihat dimana-mana. Terlihat tempat-tempat perbelanjaan bahan pokok ramai walaupun tak seramai biasanya, karena Ramadan kali ini berbeda dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi korona, hampir semua wilayah di Indonesia memberlakukan PSBB. Kekhasan menyambut Ramadan yang biasa disebut munggahan masih terlihat kental dengan adanya penjual bunga untuk mengunjungi makam keluarga begitu kepercayaan yang masih kental. Terlepas dari itu semua, saya hanya fokus pada tujuan saya untuk menyambut gembira Ramadan yang penuh berkah.

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadaNya. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada  pasti Allah akan mengumpulkan  kamu sekalian pada hari kiamat” (QS.Al-Baqarah : 148).

Dengan segala upaya saya berusaha supaya keluarga bersemangat dalam melaksanakan sahur dihari pertama dan selama satu bulan penuh, saya merancang berbagai menu untuk buka maupun sahur. Dengan masakan beragam.

Sebelum saya pergi ke pasar me ngintip menu yang saya buat, ” Semur daging dan sayur bayam”. Saya mulai menghitung persediaan uang yang masih ada, dalam masa pandemi ini dan belum dipastikan kapan berakhirnya, saya sebagai seorang ibu rumah tangga harus lebih bijak lagi dalam mengatur keuangan, belanja sesuai kebutuhan dan kesediaan uang. Dalam memenuhi kebutuhan belanja sahur pertama, anggaran tidak cukup untuk membeli daging, supaya menu tidah berubah, tapi tetap lebih ekonomis, saya ganti dengan tetelan(daging kecil di ambil dari sisi-sisi tulang sapi). “Bang mau tetelannya setengah kg ya”.
“Yang ini bu?” Saya mengangguk.
“Saya titip dulu ya bang, saya mau beli bumbu di sebelah”. Saya melihat abang penjual tetelan mengangguk. Setelah beli bumbu saya langsung ambil tetelan yang sudah saya bayar.

Sampai di rumah semua bahan-bahan saya cuci, saya lihat kenapa isi kantong plastik ini isinya tulang iga? Jangan-jangan tertukar. Saya langsung bergegas kembali ke pasar dengan mengegas lebih cepat motor hondaku. “Bang maaf tadi saya beli tetelankan?”
“Iya bu” kenapa? Abang penjual keheranan.
“Ini bang ko isinya tulang iga”.
“Astagfirullah, jangan-jangan tertukar ya bu?”.
“Saya tidak tahu bang”
“Maaf ya bu saya yang salah” abang panjual meminta permohonan maaf.
“Bu saya mau ganti, tapi tetelannya sudah habis”. Sayapun tersenyum kecewa.
“Iya bang tidak apa”. Sayapun berlalu dengan hati kecewa.

Setelah hari menjelang asar, saya mulai memasak, dengan riang bercampur bingung, mau dimasak apa ya tulangnya?. Saya tidak boleh mengganti menu yang sudah saya buat, tetap semur tulang iga. Semur tulang iga akan terasa nikmat jika yang menyantap dengan hati gembira. “Mah masakannya aneh, tapi enak rasanya”
“Alhamdulillah” segala puji hanya milik Allah”.
Demikianlah kita sebatas manusia yang diberikan kemampuan hanya merencanakan sedangkan Allah aza wajala yang menentukan.
Wallahua’lam bishowab.

Sumber gambar :canva
Bekasi, 23 April 2020
Rumahmediagrup/Maepurpple

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.