Sahur Pertama Penuh Kesederhanan


Awal bulan Ramadan kali ini berbeda dengan tahun yang lalu. Ada kesedihan menyelimuti keluarga kecil kami. Biasanya kami persiapkan untuk awal sahur itu di rumah ibu di Karawang, kami biasa menyiapkan makanan yang paling istimewa. Terutama masakan yang disukai anak-anak agar mereka semangat dalam berpuasa. Namun untuk bulan puasa kali ini kami tidak sempat berkumpul.

Biasanya sepekan atau paling lambat sehari sebelum puasa kami berziarah ke makam kakek, nenek atau orang tua yang telah meninggal. Kami bersihkan makam dan mendoakan semua keluarga yang telah mendahului kami. Dua hari sebelum puasa keluarga kecil kami nekad untuk pulang kampung. Akan tetapi saat dalam perjalanan semua akses jalan ditutup, orang yang akan ke karawang dari luar daerah diminta untuk balik arah dan tidak boleh untuk melanjutkan perjalanan.

Kini kebiasaan di awal Ramadan sangat berbeda, biasa sehari sebelum berpuasa kami masak banyak lalu masakan tersebut kami kirim kepada saudara dan kerabat yang paling tua teteh atau Aa sambil saling memaafkan. Namun kali ini, kami tidak bisa pulang kampung. Kami tak berkumpul untuk awal sahur bersama. Tak ada ziarah ke makam, tak ada masak istimewa semua biasa saja. Untuk melepaskan kangen kami hanya melakukan video call untuk saling memaafkan.

Akhirnya kami putuskan untuk tetap di rumah. Kebiasaan malam hari berjamaah untuk sholat tarawih di masjid dan sebelumnya kami mendengarnya kultum atau ceramah sebentar. Namun kali ini kami lakukan semua di rumah, rumah dijadikan musolah. Salat tarawih dan tilawah kami lakukan di rumah. Namun tak mengurangi rasa gembira, kami juga mendengarkan kuliah tarawih dengan melihat live streaming dari channel YouTube Fitrah Hanniah, tempat sekolah anak-anak.

Sekilas saya akan menuliskan materi yang telah disampaikan oleh Ustaz Haji Noval Tajudin, M.Ak selaku ketua Yayasan Fitrah Hanniah. Kuliah tarawih tersebut menyampaikan apa saja yang harus dipersiapkan, bekal untuk menyambut bulan suci Ramadan. Kuliah tarawih ini mampu mengurangi rasa sunyi di malam awal Ramadan, anak-anak semangat menyimak dan mencatat isi kuliah tarawih tersebut.

Apa sajakah yang mesti dipersiapkan kala akan menghadapi bulan Ramadan? Empat hal yang perlu diperhatikan untuk bekal menyambut bulan Suci Ramadan

  1. Ruhiyah, untuk menyambut bulan suci Ramadan bukan hanya dengan ucapan saja atau malah menyiapkan segala makanan dan masakan yang enak. Persiapan ruhiyah itu bagaimana mempersiapkan segala sesuatu dengan ibadah, baik ibadah wajib ataupun sunah karena di bulan suci Ramadan ini Allah akan melipatgandakan pahala hingga 700x.
  2. Pengetahuan/Ilmu, sebelum menjalankan puasa harus mengetahui ilmu atau tata cara pelaksanaan puasa. Manakah yang diperbolehkan dan tidak dalam berpuasa. Jangan sampai kita hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja.
  3. Fisik/Jasadiah, untuk menjalankan ibadah puasa ini fisik harus prima dan persiapkan fisik dengan memenuhi asupan gizi dan nutrisi untuk tubuh.
  4. Akitivitas yang bermanfaat, dengan kondisi yang berdiam diri di rumah bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Bisa memberdayakan teknologi dengan mengikuti kajian atau taklim secara online.

Nah itulah yang dapat kami rangkum dari kuliah tarawih di malam itu, setidaknya kerinduan kami dengan suasana ceramah dan tarawih berjamaah mampu terobati dengan cara mengikuti kuliah online. Sahur pertama dipersiapkan dengan sederhana, tak ada makanan istimewa, tak ada yang spesial dapat makan sahur saja kami masih bersyukur. Dalam kondisi seperti ini kami belajar untuk berhemat, semoga musibah ini cepat berlalu.

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.