Angkatan Pertama Lulus Tanpa Ujian

Angkatan Pertama Lulus Tanpa Ujian

Apakah anak anda tahun ini lulus SMA? SMK?, SMP?, atau SD? Ataukah anda sendiri?.
Hari ini jam.05.00 bertepatan hari pendidikan nasional, saya menerima WA dari wali kelas anak saya yang masih duduk dikelas XII sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) tidak jauh dari rumah ya..sekitar 5KM dari rumah, “Kepada para wali murid silahkan pengumuman kelulusan ananda sudah bisa diakses di link….”
Demikian salah satu kalimat yang disampaikan wali kelas. Saya tersenyum dan langsung memberitahukan kabar ini kepada anak laki-laki saya. Iapun tersenyum lega ketika melihat disebuah link yang diberikan pihak sekolah terdapat kata “Lulus”. “Ah…akhirnya”. Anakku menghela napas kelegaan dalam hati. “Mah berarti aku lulus tanpa ujian ya ma?”. Masih bertanya seolah-olah tidak percaya. “Ya kamu adalah angkatan pertama dengan predikat Lulus tanpa ujian“. Saya menimpali dan memberikan ciuman sebagai tanda selamat.

Memang keadaan pandemi korona yang mengawali menteri pendidikan memutuskan untuk meniadakan UN untuk semua jenjang sekolah di Indonesia, tapi bukan berarti predikat kelulusan ini tanpa perjuangan, dengan mengikuti aturan pemerintah, untuk tetap di rumah saja itu butuh perjuangan sekali bagi anak remaja yang sedang asyiknya bermain berkumpul bersama teman-temannya, seperti nonton bareng, berkumpul sekedar main gitar, atau sekedar bercerita masing-masing tentang perempuan idaman atau masa depannya. Perjuangan belajar secara daring juga harus penuh kesabaran karena usia masuk ke 17 tahun adalah masa usia menuju dewasa sehingga sebuah aturan yang dianggap bisa dilawan ia akan melawannya atau jika ia akan patuhi maka akan istiqomah (memiki kekuatan menentukan sikap).

Perkembangan usia 17-19 tahun memiliki keunikan tersendiri, sehingga orang tua dan guru perlu menyeimbangkan dengan perilaku anak dengan orang dewasa. Usia 17 tahun tersebut disebut dewasa baru, maka ada beberapa sikap yang perlu kita hargai sebagai hak anak dalam tumbuh kembang seperti ;
Ideal. Dalam kehidupannya yang baru, anak memiliki sikap ideal. Untuk bisa mempertahankan ke-idealannya, ia mampu mengelurkan argumen-argumen dalam menepis larangan atau ancaman dari luar.
Merasa sebagai orang dewasa. Karena merasa usianya sudah menginjak 17 tahun, ia merasa sudah dewasa, setiap menemukan masalah selalu ingin jadi pemimpin dan memiliki aturan-aturan yang orang lain harus ikuti bahkan orang tuanya juga diminta mengikuti.
Mandiri. Karena merasa dewasa, ia berusaha tidak ingin melibatkan orang lain dalam setiap masalahnya.
Mampu mamiliki hubungan stabil. Usia ini sudah mulai merencanakan masa depan baik dengan lawan janis sebagai pasngan hidup atau sesama jenis untuk mrnjalin hubungan bisnis atau bekerja. ( Sumber ; Kespro remaja).

Kelulusan adalah bukan akhir dari segala-galanya, justeru sebagai awal perjuanganmu menuju masa depan. Mulailah menentukan masa depanmu melanjutkan ke jenjang perkuliahan? Atau bekerja. “Semoga kamu bisa meraih cita-cita yang sudah kamu rencanakan nak!. Teruslah menjadi insan yang bermanfaat untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan”.

Bekasi, 02 Mei 2020
Sumber gambar : Canva
Rumahmediagrup/Maepurple

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.