MENGENALKAN MAKANAN SEHAT DAN BERGIZI SEIMBANG PADA PROGRAM MAKAN SEHAT DI TK

            “Anak-anak hari ini kita akan makan sehat ya! Ehm, apa saja menu makan sehat kali ini? Siapa bisa menebak?”. Seru bu guru saat memulai program makan sehat di Taman Kanak-Kanak.

            Dalam kurikulum PAUD, ada Kompetensi Dasar (KD) 2.1. memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat. Dalam KD ini bisa memasukkan materi pembelajaran membiasakan anak untuk makan sehat dan bergizi seimbang. Sehingga pas sekali rasanya mengenalkan KD 2.1. ini pada program makan sehat dilaksanakan.

Pelaksanaan program makan sehat ini tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Ada yang melaksanakan setiap  3 bulan sekali, malah ada yang sebulan sekali pelaksanannya. Masalah pendanaan, dapat dianggarkan dari Bantuan Operasional Sekolah. Sedangkan teknis pelaksanaannya bisa bekerjasama dengan orang tua murid untuk merencanakan dan mengolah menu yang sudah terjadwal.

            Program makan sehat juga bisa dikaitkan dengan pembelajaran menggunakan proses saintifik. Tahap pertama, anak-anak mengamati bentuk, warna, tekstur, bau dan bahan dasar makan sehat yang disajikan. Tentu menarik ya ketika hal ini dilakukan.

            Tahap Kedua dan ketiga, yaitu menanya dan mengumpulkan informasi. Dua tahap ini saling berkaitan dalam proses saintifik. Ketika anak-anak distimulus untuk bertanya, maka hal ini guna mengumpulkan informasi agar proses bernalar terwujud. Dalam tahap bertanya dan mengumpulkan informasi, anak-anak diajak untuk menanya tentang apa saja kandungan gizi dalam makan sehat kali ini. Apa saja guna kandungan gizi tersebut buat kita, dll. Usahakan agar pertanyaan-pertanyaan tersebut benar-benar terlontar dari anak-anak. Kita hanya mengarahkan saja.

            Tahap keempat, yaitu menalar atau mengasosiasikan. Dalam tahap ini anak-anak diajak mengasosiasikan bahwa kandungan gizi dalam makanan mutlak diperlukan agar badan fit, sehat sehingga bisa beraktifitas dan melakukan hal-hal positif lainnya. Jika kandungan gizi sedikit atau berlebih maka akan ada efeknya juga bagi tubuh. Sehingga  itulah sebabnya gizi makanan harus seimbang.

            Pada tahap kelima, yaitu mengkomunikasikan. Kegiatan mengkomunikasikan tak melulu harus anak-anak maju dan berbicara di depan. Peran serta anak-anak ketika mengikuti makan sehat, kemudian menghabiskan makanannya juga merupakan bentuk dari tahap kelima ini.

            Jadi, makan sehatpun bisa dijadikan materi pembelajaran tak hanya sekedar makan bersama. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.