Seorang Mukmin Cinta Terhadap Bersin

            Bersin di era pandemi covid 19 saat ini, merupakan hal yang menakutkan. Mengapa menakutkan? Karena bisa jadi ada orang tanpa gejala covid 19 sembarangan bersin kemudian menularkan virus-virus. Hemm, bayangkan berapa banyak droplets yang bertebaran ketika seseorang bersin.

            Namun, tahukah Sobat? Bahwa “sesungguhnya Alloh menyukai bersin”, hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dan, orang beriman sangat cinta kepada Alloh (QS. Al-Baqoroh : 165) Otomatis, orang yang beriman akan mencintai apa yang dicintai oleh Alloh Ta’ala yang menyukai bersin

            Bersin itu disukai karena dapat menyehatkan badan dan menghilangkan keinginan untuk selalu mengenyangkan perut serta dapat membangkitkan semangat ibadah. (Buku Adab Menguap dan Bersin, halaman 17) Lalu bagaimana adab bersin dalam tuntunan Islam? Simak ya Sobat.

Adab yang pertama yaitu merendahkan suara saat bersin, sebagaimana sabda nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah: “Adalah nabi jika bersin, maka beliau menutup wajahnya dengan tangan atau bajunya sambil merendahkan suaranya”. Secara medis, suara yang dikeraskan akan membahayakan kepala dan saluran peredaran darah di dalam tubuh.

Kedua, menutup mulut dan wajah saat bersin dan tidak memalingkan leher ketika bersin, hal ini agar tidak membasahi orang lain.

Ketiga, mengucapkan bacaan hamdalah. Ada tiga macam bacaan hamdalah yang dianjurkan yaitu : Alhamdulillah, alhamdulillahirobbil ‘alamin, Alhamdulillah ‘ ala kulli hal

Selanjutnya, Tasymit (mendoakan yang bersin) dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah solallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Alloh mencintai bersin dan membenci menguap. Jika bersin, hendaklah memuji Alloh dan wajib bagi setiap Muslim yag mendengarnya untuk bertasymit”  

Adapun sunnah mengucapkan doa-doa secara bergantian sebagai berikut:

1. mengucapkan hamdalah bagi yang bersin

2. bagi yang mendengar maka mengucapkan  “yarhamukalloh” (mudah-mudahan Alloh merahmatimu)

3. lalu yang bersin agar membalas: “yahdikumulloh wa yushlih baalakum” (mudah-mudahan Alloh memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaanmu)

            Ada hal penting lainnya yang perlu kita ketahui juga, bahwa ada beberapa orang yang tidak berhak mendapatkan tasymit, yaitu

1. orang yang bersin tapi tidak mengucapkan hamdalah

2. orang yang bersin lebih dari 3 kali

3. orang yang membenci tasymit

4. orang nonmuslim

5. Orang yang bersin saat khatib sedang berkhutbah Jum’at karena mndengarkan khutbah Jumat lebih wajib disbanding memberikan tasymit.

            Semoga bermanfaat!

rumahmediagrup/nurfitriagustin

sumber gambar: pexels

tema segar

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.