Bunda dan Yulia (Bagian 2)

Bunda Dan Yulia (Bagian 2)

Beberapa kali Yulia pulang sekolah menangis, dan bunda Maya juga tidak pernah bosan selalu menghibur dan menenangkan Yulia.

Yulia memiliki keterbatasan dalam kecerdasan, ketika bunda ikutkan Yulia dalam tes psikolog, tercatat Yulia memiliki memori dalam otak yang kecil, sehingga penyimpanan ingatannya sedikit dan bertahan sebentar. Itu juga mempengaruhi pergaulan Yulia dengan temannya.

Bunda Maya sangat memperhatikan segala perkembangan Yulia dari berbagai segi kemampuan, berbagai upaya juga usaha bunda Maya untuk bisa Yulia tidak tertinggal jauh dalam dunia pendidikan dari teman sebayanya. Seperti mendampingi belajar di rumah, memberikan guru pripat dan selalu berkomunikasi dengan wali kelasnya setiap masalah yang ditemui oleh Yulia.

Masa-masa sulit Yulia terus dilaluinya dengan pendampingan Bunda, walaupun Yulia sudah mulai menginjak remaja, Yulia mulai masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), Bunda Maya tak pernah meninggalkan Yulia karena kekhawatirannya Yulia yang selalu dikucilkan teman-temannya, “Bunda aku ga ada teman kelompok untuk tugas IPA minggu depan” Yulia mulai mengadukan masalahnya.
“Kenapa?” Bunda ikut gelisah, ini yang sering melintas dalam benak bunda.
“Semua tidak mau menerima aku dalam kelompoknya” Yulia memberikan alasan yang ditanya bunda.
“Kamu sudah bilang gurumu?”
“Belum” Yulia menggeleng meyakinkan bundanya.
“Baiklah kalau begitu, besok kamu bilang guru kamu”.
Yulia berlalu dengan wajah yang masih sedih. Diambilnya buku Diary kesayangan Yulia, buku diary teman setia Yulia, setiap Yulia menghadapi masalah dituangkan di buku diary itu.


Tuhan…kenapa Kau ciptakan aku seperti ini?
Kenapa tidak ada teman yang mau mendekatiku?
Jika aku boleh memilih, aku tidak mau dilahirkan seperti ini. Apakah Tuhan bisa menolongku?

Yulia mulai meneteskan air matanya ketika menuliskan kesedihan hatinya. Hanya ini yang membuat lega perasaannya.

Tulisan-tulisan dalam diary semua tentang perasaan Yulia, seolah-olah menyalahkan Tuhan dengan keadaan yang Yulia tanggung, terkadang Yulia ketika berdo’a dalam salatnya, memohon untuk diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan ini. Begitu juga bunda Maya selalu berharap Allah selalu menjaga Yulia dari segala kedzoliman dan keresahan hati dalam pergaulannya dengan teman-teman dan lingkungan.

Bunda tak jarang memberikan penguatan hati pada Yulia supaya tidak cepat rapuh dalam menyikapi keadaannya yang selalu di kucilkan oleh teman-temannya. Bunda menekankan pendidikan Yulia pada keagamaannya, supaya terbentuk keimanan dan kekuatan bahwa segala ujian yang Allah berikan adalah maksud untuk menaikan derajat kita sebagai manusia selama bersabar dan tawakal. Bunda Maya selalu menitipkan Yulia disekolah-sekolah Islam Terpadu, supaya Yulia memiliki pengetahuan tentang ketauhidan yang kuat.

Sumber gambar : canva
Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.