Serikat Buruh dalam Hubungan Ketenagakerjaan

Sumber gambar :www.google.com

Serikat Buruh dalam Hubungan Ketenagakerjaan

Banyak pembicaraan serikat buruh yang dikaitkan dengan hal-hal ketidakadilan. Bahkan terkait dengan keadilan upah. Konsep bekerjanya serikat buruh adalah sebagai lembaga resmi yang sah berperan dalam organisasional tertentu yang membawai beberapa pekerja. Mereka terbentuk karenanya alasan moral.

Fakta sederhana bahwa dalam benak para pakar, serikat pekerja ini memiliki peran yang resmi dalam masyarakat. Bahkan berkembang pada isu serangan kekerasan akibat keberanian mereka dalam memperjuangkan hak-hak buruh/pekerja. Kita harus bertepuk tangan atau sedih ketika mendengar ini? Singkatnya, banyak kebencian, ejekan dan kasihan atau reaksi lain yang muncul dari beberapa pemberitaan tentang bekerjanya pahlawan buruh ini (sebagian besar buruh/pekerja menganggap organisasi serikat sebagai pahlawan). Atau ada kelompok lain yang menunggangi kerja mereka? Kita diskusikan perlahan.

Bagaimanapun serikat pekerja adalah fenomena yang kompleks. Perusahaan merelakan pekerjanya untuk bergabung dalam serikat. Namun, konsistensi untuk menjalin persatuan atau kesamaan visi dan tujuan dalam buruh/pekerja ini seringkali juga ditentang oleh sebagian dari perusahaan. Lalu, apa yang dilakukan serikat ini sehingga diametris perbedaan diantara keduanya (serikat dan perusahaan) memiliki kesamaan, sukarela dan bersatu?

Serikat pekerja adalah asosiasi pekerja, yang bertujuan untuk melakukan tawar-menawar dengan majikan (perusahaan) dalam meningkatkan upah, atau hal lain yang berkaitan dengan pemenuhan hak pekerja lainnya. Dukungan penuh pada serikat pekerja memiliki prinsip kebebasan dan sukarela dalam serikat pekerja. Jika ini merupakan persetujuan moral dari serikat pekerja, dan kecaman terhadap paksaan maka hal ini adalah baik dan bagus. Artinya, organisasi buruh menerapkan prinsip kejujuran. Demikian, prinsip kerja dari serikat pekerja adalah dengan kejujuran walaupun dalam kompleksitas yang tinggi.

Kemudian, penilaian kerja serikat pekerja adalah untuk persatuan/kesamaan tujuan. Organisasi buruh melakukan semua apapun untuk membesarkan anggota mereka. Biasanya terkait upah dan kondisi kerja, hak pekerja yang bersifat sukarela dalam keanggotaannya atau malah dengan keterpaksaan harus gabung? Kalaupun terpaksa apakah masih disebut sebagai organisasi sukarela? Tapi sebenarnya, serikat buruh telah memperoleh hak istimewa dalam melawan tindakan kekerasan. Pemerintah telah mendukung kerja dari serikat pekerja ini, bahkan eksklusif memiliki kekuatan dan hak untuk “memaksa” hak yang harus diperoleh pekerja.

Kekuatan serikat buruh/pekerja ini seringkali menggunakan paksaan atau terkadang menggunakan kekerasan. Tentu saja, permasalahan hukum akan muncul jika mereka mengunakan kekerasan/melanggar hukum. Kecuali beberapa kasus muncul sebagai kasus pembelaan terhadap diri/pekerja lain. Namun, seringkali kasus kekerasan pada serikat pekerja justru berada pada batasan yang tidak jelas, atau bahkan dicabut kasusnya. Ya semua tergantung pada tawar menawar pada serikat pekerja jika mereka melakukan “perang” memperjuangkan nasib pekerja lainnya. Kejahatan yang sering dianggap sebagai “kejahatan” oleh perusahaan adalah aksi pemogokan. Atau bahkan pekerja merusak properti perusahaan dalam aksinya. Atau kasus lainnya.

Tetapi, seringkali mereka (serikat pekerja/buruh) ini gagal dalam melakukan banyak perundingan. Hal ini seringkali dikarenakan undang-undang ada yang pro-buruh dan ada yang tidak. Perbedaan aturan formal ini memiliki persepsi yang berbeda bagi serikat buruh dan bagi perusahaan. Mengingat banyaknya persepsi yang berbeda ini, maka dibutuhkan kebijakan pemerintah yang secara hukum mampu memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh dan bagi perusahaan.

Referensi :

Block, Walter. 2008.  Labor Economics From Free Market Perspective, Employing The Unemployable. World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd : British.

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.