Mudik versus Pulang Kampung, Jangan Dulu lah!

Diantara kedua kata mudik dan pulang kampung, memang begitu terlihat jelas dari susunan huruf sangat berbeda.

Namun karena seorang tokoh negara yang membahasnya, maka akan banyak kontroversi di dalamnya.

Tak usahlah kita bergelut membahasnya. Tetapi sebaiknya kita benar-benar memahami apa yang terjadi dibalik kata mudik dan pulang kampung ini.

Sikap warga kampung pun akan bersikap menolak jiga betul-betul sayang terhadap warga.

Dengan menutup akses jalan bagi para pemudik yang membandel dan tidak tahu pentingnya mencegah penyebaran virus bagi wilayah lain.

Padahal efek yang akan terjadi, tentu dilihat dari pandemik yang kini tengah mewabah itu, mesti memberi banyak peluang kebaikan.

  1. Dengan mudik maka yakinlah akan banyak bersilat lidah, diantara semua warga. Khusunya bagi kampung mereka yang didatangi pemudik.
  2. Menyadari akan timbulnya pertentangan dari warga kampung, maka berpikirlah dua kali. Jangan sampai kita menentang kebijakan lock down pemerintah. Bahkan yang besok akan melaksanakan PSBB di semua wilayah.
  3. Berfikirlah positif bahwa semua peristiwa ada hikmah dan keuntungan dibalik semua itu.
  4. Semua orang pasti ingin selalu berkumpul bersama keluarganya. Tetap terapkan keadaan fisik distancing meski nanti pandemik berlalu.
  5. Jangan pernah ngeyel jadi orang. Tetap saling menjaga kesehatan, jangan sampai terjadi kontak langsung.
  6. Semua memang panik. Namun yakin akan berakhirnya wabah, akan lebih memberikan peluang semangat yang menjadikan situasi semakin terkendali dan aman.

Bagaimana pemerintah berusaha untuk segera mengakhiri pandemik, yaitu salah satunya menerapkan sistem PSBB yang kini sedang berlangsung.

Kitapun yang mengetahui adanya tiba-tiba sang pemudik, harus sigap. Segeralah melapor ke RT setempat dan periksakan diri ke puskesmas terdekat. Kemudian isolasi diri amatlah penting.

Semua kembali kepada warga masyarakat yang harus tegas mengikuti syarat taat aturan yang ada. Dengan begitu, diharapkan penyebaran virus segera tiada di bumi ini.

Jadi, mau mudik? Jangan dulu sekarang lah…

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati

Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.