Mudik : Hanya Kenangan….

Sumber gambar :www.google.com

Mudik : Hanya Kenangan….

Cerita tentang mudik, hanya mengingatkan kenangan di masa kecil saja. Pulang ke rumah nenek di Trenggalek. Sebuah kota kecil, dikelilingi banyak gunung. Jadi cerita ini mengingatkan ke masa kecil.

Aku selalu berlari kecil masuk ke halaman rumah nenek. Tahu tidak? Jarak pintu pagar ke rumah nenek itu kurang lebih 300 meter. Lalu, sepanjang jalan menuju rumahnya, di tepi jalan tumbuh bunga melati putih. Harumnya sepanjang jalan itu tercium wangi. Selalu membuat aku kagum sama nenek. Karena di rumahnya banyak sekali tumbuh tanaman bunga berbagai jenis. Paling banyak melati putih, semerbak wangi ketika semua mulai mekar….

Lalu, aku selalu teriak,”Assalamualaikum Mbah uti….Mbah Kung!,” Panggilan sayangku pada nenek dan kakek. Aku mengendap-endap masuk ke rumah tua itu. Rumah kecil tapi memiliki halaman yang sangat luas. Hanya ada dua kamar tidur, tapi halaman depan dipenuhi bunga dan hiasan koleksi mobil jeep masa lalu kakek. Halaman belakang ditanami buah-buahan, seringkali buah jeruk menjadi pilihan kakek. Di sisi halaman samping, banyak sekali ternak hewan. Ayam, burung merpati, sampai lele dan bekicot. Di teras ada gamelan lengkap. Kalau sore hari ada beberapa tetangga yang memainkan musik, aku selalu nonton. Nggak ngerti lagunya, tapi suka mendengar musiknya. Lagunya lagu jawa banget, nembang gitu. Keren lah pokoknya….

Karena Ayah dan Ibuku itu tetangga di desa, maka seringkali kakak dititipkan ke rumah nenek dari Ibu, sedangkan aku tidur di rumah nenek dari Ayah. Nah, rumah nenek dari ayah ini kebalikan dari rumah nenek dari Ibu. Rumah nenek ini sangat sederhana. Nenek anaknya banyak, ayahku nomer 7 dari 9 bersaudara. Bisa bayangkan kalau semua cucu dan anak serta menantu pulang. Wowww!…ramai banget, cerita banyak hal dari sepupu dan saudara nggak pernah ada habisnya. Ruang tamu disulap jadi kamar tidur. Berjejer rapi, selimut bantal guling. Tidur di situ semua.

Kenangan itu hasil dari ke masa kecilku. Mengapa tak terbaca lagi kisah-kisah lain saat mudik?

Usai menikah, aku menemui Ayah di kamarnya dengan perasaan lega. Antara bahagia, sedih dan juga rasa bangga terbayar sudah. Bau parfum Ayah tercium seperti cahaya senja. Begitu pula sinar matanya. Perlahan, Ayah memegang tanganku. Perlahan pula menerbangkan ke masa kecilku. “Sering-seringlah pulang, tengok Ayah Ibu ya..” Kata ayah dengan suara parau. Bukan dengan menangis, tapi seperti berpesan dengan penuh kesungguhan. Tak ada jawaban yang sanggup keluar dari mulutku. Hanya tangisan terbayang betapa rindunya aku nanti.

Kenangan akan pulang menjadi tidak teratur dalam ingatanku. Mengapa justru aku terbelenggu dengan rasa ini? Nano-nano rasanya. Kemana rasa kangen itu? Kemana aku harus mencari ingatan itu lagi?

Setiap pagi, masih saja aku berkelana dengan kesibukan. Bekerja dari rumah mulai jam 07.00 WIB. Berakhir mendekati Ashar. Mengerjakan semua dengan keteraturan. Namun, mengapa ingatan mudik ini belum teratur dalam ingatan. Hilang, datang. Datang, lalu hilang.

Ada rasa yang hilang, kangen? Semua tersimpan rapi, tapi datang tak beraturan. Rasa ini sungguh penuh dengan rekayasa rasa. Masih saja bisa tertawa, tapi sedih tiba-tiba datang menjemput. Ah, kenangan itu….

Apapun itu, terimakasih kenangan atas semua yang indah ini masih saja terekam. Sedikit membelenggu dengan sedihnya. Walaupun aku masih saja bisa pulang ke rumah Ayah, tiap waktu. Karena rumah kita berdekatan sekarang. Tapi seringkali aku lalai tak pernah lagi bertanya kabarnya. Dan mudik ini hanya sebuah kenangan…

Kenangan ini membawa rindu semakin dekat, tapi seakan memeluk udara. Berharap selalu menggenggammu, tapi aku tak mampu….

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.