Semoga

Semoga


Lengkingan peluit 
Nyaring membelah sunyi pagi

Mata yang nyaris terpejam
Selepas subuh
Terbuka dengan terpaksa

Tirai lusuh jendela kusibak
Memandang sang naga baja
Meliuk perlahan membelah kabut yang masih tersisa

Tatap sayu bergumamku pelan
"Mak, Bapak .... Maafkan aku"

Bukan tak mau
Bukan tak sudi
Apalagi ingin melupakan

Keadaan tak mungkinkan
Perjumpaan kita akan terjadi
Meski rindu hati tak tertahankan
Nyaris hilangkan akal sehat
Hingga bersumpah serapah penuh amarah

Langit sedang menguji

Ia berikan sebutir cobaan
Sebuah bukti kuasaNya tak terbantahkan

Peringatan bagi kesombongan penuh arogan
Berlagak angkuh merasa jaya

Penanda sayang bagi insan beriman 
Tunduk ikhlas pada ketetapan

Tak ada yang tahu kapan usai badai
Bisa sejenak, lama tak terelakkan
Hanya mampu berdoa
Semoga ini cepat berlalu

Lengkingan peluit kembali sadarkan lamunan
Tangan mengusap jendela berdebu
Tak kuasa mengalir bulir air mata
Iringi sebait doa bagi yang tercinta

"Semoga Allah melindungi Mak dan Bapak
Hingga kelak terbayarkan rindu penuh haru"

Dan perlahan sang naga baja pergi menjauh
Membawa lamunan dan harap

Semoga doa ini tersegerakan


Bandung Barat, awal Mei 2020
Redmi Note 8
Snapseed






rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.