Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 1. Pentingnya Taawuz

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi


1. Pentingnya Taawuz




Syahdan, di satu kampung yang jauh dari hingar bingar kebisingan kota besar, ada seorang guru ngaji yang sudah berusia lanjut namun tubuhnya masih terlihat bugar dan sehat. Wajahnya bersih meneduhkan.

Abah Abdul, biasa beliau dipanggil oleh masyarakat di kampung itu. Nama aslinya tidak ada yang tahu. Abah Abdul bukanlah orang asli daerah itu. Beliau dan istrinya merupakan pendatang. Qadarullah, Mereka tidak dikarunia anak kandung. Abah dan Umi Salamah, istri Abah Abdul, mengasuh anak-anak yatim di rumahnya.

Rasa cinta mereka tidak hanya kepada anak-anak yatim yang diasuhnya, tapi menyebar juga kepada anak-anak kampung Darmasatya. Maka jangan heran, banyak anak, remaja, dan juga para orang tua sering datang berkunjung ke kediaman mereka. Selain belajar agama, mendengar nasihat dan ceramah Abah, mereka juga sering mengirimkan sebagian hasil kebun dan sawah untuk keluarga Abah Abdul.

****

Setiap selesai salat Magrib berjamaah, Abah mengajar Alquran dan mengadakan pengajian untuk kaum laki-laki, dari anak hingga dewasa, sementara Umi mengajar anak dan remaja putri. Pengajian ibu-ibu setiap hari Senin dan Kamis.

Masjid penuh dengan suara-suara bening dan syahdu yang melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Abah dan Umi memperhatikan mereka dari mulai tahsin atau hukum tajwidnya satu persatu. Ada juga yang membantu tugas Abah dan Umi yaitu Ustad Ahmad dan Ustazah Nabila.

Hingga pada saat ada satu anak yang mendapat giliran mengaji di depan Abah. Abah menatap anak itu. Ada yang ganjil dirasakan oleh beliau. Anak itu kemudian diusap punggungnya oleh Abah dan disuruh mengulang. Anak yatim itu patuh. Namun Abah menyuruh mengulang kembali. Anak itu diam dengan sorot mata yang bingung.

Lalu Abah dengan lembut memberitahukan kesalahannya.

“Nak, jangan lupa taawuznya! Sebelum membaca Alquran, biasakan membacanya, ya!”

Anak itu memahami kesalahannya. Kemudian dia mengulang kembali bacaan Alquran dari dari awal dengan membaca taawuz terlebuh dahulu.

***
Selesai mengaji dan salat Isya, Abah mengumpulkan semuanya.

“Mulai malam ini, Abah akan menceritakan tentang keistimewaan tibbun nabawi. Ada yang tahu?” tanya Abah sambil mengedarkan pandangannya. Mereka yang di dalam masjid menggeleng.

Abah melanjutkan. “Tibbun Nabawi adalah cara pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullah berdasarkan petunjuk Alquran.”

Abah memandang semuanya yang ada di masjid itu.

“Salahsatunya mengenai taawuz. Tahukah bacaan taawuz itu?” tanya Abah.

“A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim,” tiba-tiba ada satu anak menjawab dengan lantang.

Abah tersenyum. “Betul, Fadil!”

Anak yang disebut Fadil tersenyum bangga. Lalu Abah menjelaskan mengenai taawuz dan hubungannya dengan tibbun Nabawi.

*****

Salah satu contoh dan paling pertama dalam hal tibbun Nabawi adalah pentingnya Taawuz.

Seperti apa lafadznya dan ada dalam surat apa perintah Allah untuk membaca taawuz sebelum membaca Alquran?

1. Lafadz Ta’awudz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim”

Artinya: aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari setan yang terkutuk”.

***

2. Kata Ta’awudz berasal dari Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 98

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman :

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِا للّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

fa izaa qorotal-quraana fasta’iz billaahi minasy-syaithoonir-rojiim

“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

*****

Manfaat taawuz yaitu untuk menyucikan diri dari perkataan sia-sia yang biasa dilakukannya dan untuk mengharumkannya.

Ada dua situasi di mana taawuz ini harus diucapkan.

Pertama, ketika hendak membaca Alquran. Hal ini sebagaimana sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang tercantum di dalam Alquran Surah An-Nahl ayat 98.

Kedua, ketika merasakan bahwa dirinya tengah digoda setan untuk melakukan pebuatan dosa.

Taawuz merupakan bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga bentuk tawakal. Setan tidak akan berdaya ketika seseorang beriman dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Rabb Semesta Alam.

Taawuz artinya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan yang terkutuk.

Taawuz adalah bentuk pengagungan manusia kepada Allah dan bentuk tawakal, mengakui adanya kelemahan, kepasrahan dan ketidakberdayaan melawan musuh yang terlihat dan nyata, namun bersifat batiniyah dan tidak ada yang mampu menolak serta mengusir kecuali hanya Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai Zat yang telah menciptakannya.

“Nah, udah faham ‘kan? Kenapa setiap mengawali membaca Alquran harus diawali dengan taawuz.”

Anak-anak dan para remaja mengangguk-angguk.

“Besok malam, Abah akan menceritakan lagi apa tibbun nabawi yang lainnya.” kata Abah. Lalu beliau menutup pengajian malam ini. Waktunya mereka kembali ke rumah untuk beristirahat.

Referensi :
– Alquran Cordova – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t :167)
– Google jurnal islam


Gambar dari Pinterest

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.