Kepergianmu

Kepergianmu

Pagi itu, aku terbangun di saat azan Subuh berkumandang. Ini agak terlambat tidak seperti biasanya. Aku langsung menyucikan diri dan berangkat ke masjid terdekat.

Selepas salat jamaah, kami asyik tadarus. Sebagian jamaah pulang. Satu per satu meninggalkan masjid. Aku pun menyudahi dan menuju rumah.

Tak sabar membuka gawai. Pesan demi pesan kubaca. Biasanya kumulai dari WAG dinas tempat kerja namun kali ini aku disibukkan membaca beberapa japri.

Tibalah membuka WAG dinas. Alangkah syok dan terkejut membaca berita duka yang dikirim dari salah seorang teman. “Innalillahi wainnailaihi rojiuun ….” Ucapan bela sungkawa kusampaikan. Seperti mimpi, aku tak percaya dengan kabar ini.

“Pak, apakah hadir taziah ke rumah duka?” tanyaku kepada seseorang yang menduduki jabatan di atasku. Kupikir sebagai bahan pertimbangan apakah aku juga akan hadir.

“Maaf, sepertinya tidak, Pak. Situasinya tidak memungkinkan,” jawabnya, “Kita harus jaga jarak dan menghindari kerumunan. Apalagi Bapak kan jauh rumahnya, bisa memakan waktu 2 jam perjalanan. Biarlah ada yang mewakili pimpinan kita,” lanjutnya.

“Betul, Pak. Di saat wabah corona di mana-mana, kita harus bersikap sesuai anjuran pemerintah,” timpalku, “Hanya ucapan duka dan doa yang dapat kita sampaikan,” lanjutku.

Masih teringat canda tawa kami. Seorang yang peduli, bertanggung jawab, dan kreatif. Allah Swt telah menentukan batas usia manusia. Kematian akan datang kapan saja tidak harus menunggu tua.

Rumahmediagrup/saifulamri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.