Kisah Sebuah Kentang

Aku ditanam di daerah dataran tinggi yang mempunyai udara dingin. Tanah yang menimbun tubuhku adalah tanah gembur dan sedikit berpasir. Sistem drainase yang baik akan memudahkan badanku tumbuh dengan optimal.

Sebelum tubuhku ditanam, tanah yang akan menjadi tempat tumbuhku perlu diolah dengan cara dicangkul. Tubuhku tak menyukai tanah yang terlalu basah karena dapat menyebabkan kematian. Untuk itu sistem drainase yang baik harus dibuat agar air tidak tergenang saat turun hujan, sehingga air dapat mengalir ke tempat yang rendah. Untuk itu pembuatan bedengan amat diperlukan.

Tubuhku memerlukan perawatan yang intensif agar dapat menguntungkan petani. Pemupukkan rutin dilakukan agar tanah menjadi subur sehingga proses pertumbuhan tubuhku baik. Salah satu proses yang tak kalah penting dalam proses tumbuhku adalah pembumbunan.

Pembumbunan adalah menimbun akar tanaman dengan tanah parit. Tujuan dilakukannya adalah untuk mencegah tubuhku muncul ke permukaan tanah dan terkena sinar matahari. Selain itu pembumbunan bertujuan agar tubuhku tak mudah terkena hama tanaman.

Aku akan tumbuh dengan baik jika tak ada tanaman gulma. Untuk itu cabutlah gulma yang tumbuh di sekitarku agar nutrisi yang ada dapat aku nikmati seutuhnya.

Saat aku berusia 3 hingga 4 bulan, daun dan batangku telah mengering maka aku telah siap dipanen.  Lakukanlah saat cuaca cerah karena jika memanen saat musim hujan tubuhku akan mudah membusuk.

Tiba saatnya memanen, cangkul perlahan di sekitar umbi lakukan secara hati-hati agar tidak melukai tubuhku, kemudian tarik perlahan batangku agar tubuhku bisa keluar dari tanah. Tubuhku yang baru dipanen sebaiknya ditaruh di permukaan tanah dan dijemur sinar matahari.

Jika tubuhku sudah kering sempurna dan tidak lembab, tubuhku siap diangkut ke tempat yang teduh dan kering. Tahap selanjutnya adalah pembersihan dan pemilihan. Petani akan memilih berdasarkan ukuran besar kecilnya tubuhku karena hal ini dapat mempengaruhi nilai jualku di pasaran.

Setelah semua tahapan pemilihan selesai, petani akan segera memasukkan tubuhku ke dalam karung-karung untuk kemudian diangkut menggunakan mobil bak terbuka menuju pasar. Sesampai di pasar orang-orang akan memilih-milih tubuhku, menimbangnya dan kemudian memasukkan tubuhku dalam tas plastik.

Sesampai di rumah mereka akan mengupas kulitku dan mencuci hingga bersih untuk kemudian diolahnya. Tubuhku bertekstur lembut saat direbus, jika digoreng akan terasa kering di luar namun akan terasa lembut di dalam.

Itulah kisah hidupku, sebuah kentang  dengan suka dukanya. Suka, karena aku merupakan bahan makanan yang mudah diolah, bergizi dan dapat ditemukan di musim apapun. Dukanya saat manusia memperlakukanku dengan tidak baik. Dilempar saat menaikkan ke atas mobil setelah itu mereka duduk diatas karung dimana tubuhku berada.

Ilustrasi Gambar : Karya Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.