Semangatlah, nak…

Sumber gambar : dokumentasi pribadi

Semangatlah, nak…

Mungkin semua orang memiliki cita-cita bekerja atau bersekolah di tempat favorit. Bahkan terbaik menurut rangking masing-masing. Tapi mungkin kita lupa, bahwa ada proses psikologis atau perasaan yang terlibat dalam proses belajar. Bukan hanya soal fasilitas dan nilai akreditasi saja.

Misalnya nich, saat mau kelas 1, si kakak (anak saya) mencari sekolah yang nyaman bagi dia. Saat itu, ada sekolah terbaik dan gedung fasilitasnya bagus banget. Tapi dia bilang, “ Ini sekolah kan? Bukan penjara kan?” Gedung tinggi bukan jaminan ada perasaan nyaman buat anak-anak. Lalu, lingkungan kampus di tempat mengajar. Gedung tinggi tapi dengan jendela yang bisa melihat beberapa pemandangan sawah, dan lainnya. Bukan jendela tapi pemandangan gedung-gedung lainnya.

Singkatnya, banyak sekolah atau lembaga kampus melupakan bahwa ada nilai positif yang harus diciptakan dalam lingkungan sekolah/kampus. Nah, sekarang ruang belajarnya terbatas pada kelas aplikasi dan grup WA. Lalu, bagaimana menciptakan positif berpikir atas apa yang ditemui saat ini?

Memang benar ya, kelas itu bukan hanya sebatas dalam ruangan. Ada meja kursi, papan tulis. Tapi, kelas itu tanpa batas. Lingkungan belajar di kelas tanpa batas diciptakan melalui kondisi “Alfa”. Yakni membuat cara kerja otak dan detak jantung rileks. Tidak ada stres dan tekanan. Misal pemberian tugas yang menumpuk dan singkat jarak mengumpulkannya. Dan lagi yang sering dosen/guru melupakan yakni tidak mengajak anak didiknya berdiskusi tentang tugas dan mekanismenya.

Jadi, walau kelasnya berada pada tanpa batas dan hanya pada klik klik aja, tapi sugesti positif tetap jadi PR untuk diciptakan di kelas. Jangan sampai kelas tak berwujud ini semakin membuat stres dan anak-anak kita kehilangan mood belajarnya.

Nak, berjalanlah di atas muka bumi ini dengan berbagai pengetahuan, menemui alam dan menafakurinya dengan ilmu. Wujudkan rasa syukur atas berbagai hal yang diberikan Allah dalam hidup kita. Nikmati setiap hikmah yang kau jumpai. Hanya dengan ilmu itulah kau bisa naik dari tetes embun menjadi cahaya (pelangi). Meninggikan derajatmu dalam dekapan rasa syukur. Bersuaralah yang lantang dengan pengetahuanmu, agar terdengar sampai langit ke tujuh.

Selamat belajar, selamat menikmati atas perubahan-perubahan ini. Semoga kita bisa mengambil banyak hikmah. Melangitkan harapan, membumikan keberkahan. Dengan ilmu, tanpa batasan ruangan dan tatapan.

Semangat kakak, Senyum dikit….cheesss…hhhhh…..

rumahmediagrup/Anita Kristina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.