Perpanjangan SIM di Masa Pandemi Corona

Perpanjangan SIM di Masa Pandemi Corona

Untuk Sobat yang sebentar lagi akan bertambah usianya, jangan lupa untuk cek SIM, ya!
Loh, memang kenapa?

Yap, masa berlaku SIM itu di tanggal kelahiran kita. Setiap lima tahun sekali, wajib perpanjangan SIM supaya tidak kena tilang.

Nah, bagaimana cara perpanjangan SIM?

Rabu, 6 Mei 2020 aku mengurus perpanjangan SIM C yang akan habis masa berlakunya beberapa hari lagi.

Sempat kuhubungi salah seorang temanku yang seorang polisi untuk menanyakan masih adakah pelayanan SIM keliling. Ternyata, sudah tak ada! Terakhir perpanjangan SIM, aku memanfaatkan pelayanan SIM keliling. Cepat dan mudah.

Pukul 08.00 WIB aku telah berada di parkiran Sentul Park, Cilacap. Lokasi cek kesehatan sebagai salah satu syarat perpanjangan SIM berada di sana.

Di sini persyaratan yang harus dipersiapkan adalah fotocopi KTP dan SIM masing-masing 4 lembar.

Setelah mendapat nomor antrian, aku pun duduk. Nomor 102. Wah, lumayan lama nih nunggunya.

Penerapan social distancing membuat banyak orang tidak mendapatkan tempat duduk. Akhirnya, mereka berdiri atau nongkrong di sekitar parkiran.

Setelah menunggu hampir 1 jam, nomor antrianku dipanggil. Bersama empat orang lainnya, aku masuk ke ruang tes kesehatan.

Di sana petugas melakukan cek kesehatan antara lain:

  1. Cek golongan darah.
    Bagi yang memiliki kartu golongan darah, sebaiknya dibawa, ya, lumayan hemat sepuluh ribu lho.
  2. Cek BB, TB, cek kesehatan mata, dan tekanan darah.

Setelah menjalani tes kesehatan, kami menuju ke ruang tes psikologi. Di sana kami diberi tes isian dengan menjawab Ya atau Tidak sesuai kondisi diri kita.

Seorang bapak sempat kebingungan dan bertanya kepadaku, “Mbak, isinya bagaimana, ya?” Ia memperlihatkan lembar jawabannya.

“Tinggal diisi Ya atau Tidak, sesuai kondisi Bapak saja,” jawabku.

Kemudian, aku pun konsentrasi mengerjakan 30 soal tes. Setelah selesai, kuserahkan kertas hasil tes. Setelah menunggu beberapa menit, petugas memberiku kertas keterangan tes untuk dibawa ke Polres.

Oh ya, besar biaya tes kesehatan Rp50.000,- tes golongan darah Rp10.000,-, dan tes psikologi Rp50.000,-

Dengan mengendarai motor matic, aku menuju ke Polres Cilacap. Setelah memarkir motor, aku menuju gerbang Polres.

Untuk masuk Polres harus melalui prosedur kesehatan dan menitipkan KTP. Lalu, aku pun menuju ke ruang pelayanan SIM. Seperti biasa di sini pun mengantri lagi.

Setelah nomor antrian dipanggil, aku pun melakukan pembayaran perpanjangan SIM C, lalu mengisi data, dan setelah itu difoto. Terakhir, tinggal menunggu kartu SIM dibagikan oleh petugas.

Berikut biaya pembuatan SIM:

Penerbitan SIM A, BI, dan B II

SIM baru Rp120.000,-

SIM perpanjangan Rp80.000,-

Penerbitan SIM C, CI, dan C II

SIM baru                 Rp100.000,-

SIM perpanjangan Rp75.000,-

Penerbitan SIM D dan DI /Penyandang Cacat

SIM baru                 Rp50.000,-

SIM perpanjangan Rp30.000,-

Penerbitan SIM Internasional

SIM baru                 Rp250.000,-

SIM perpanjangan Rp225.000,-

Setelah Smart SIM-ku jadi, kuperhatikan ternyata masa berlakunya habis di tanggal pembuatan SIM, 6 Mei 2025, bukan di tanggal kelahiran seperti kartu SIM-ku sebelumnya.

Antrian tes kesehatan
Foto: winda’s collection

rumahmediagrup/windadamayantirengganis

4 comments

  1. Betul, Mbak. Saya bikin SIM bulan Mei. Makin ke sini makin banyak yg bikin, jd makin ramai. Katanya jam lima pagi orang sudah ambil no.antri di Sentul. Begitu berita terkini yang saya dengar.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.