Yang Mudik Bisa Dipenjara, Yang di Penjara Bisa Mudik

Terisnpirasi dari status Prof. Suteki

===============

Yang Mudik Bisa Dipenjara, Yang di Penjara Bisa Mudik

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Beberapa hari yang lalu benar-benar antara mudik dan pulang kampung menjadi sangat fenomenal. Tidak hanya meme lucu, ataupun tulisan/artikel bertebaran di setiap wall Fb, bahkan ada video yang sempat viral gegara suami istri yang tiap hari bersama diminta duduk depan belakang di mobil oleh petugas demi menerapkan PSBB.

Tidak ada niat sebenarnya untuk menuliskan perkara mudik ini, hingga PSBB benar-benar diterapkan di Surabaya, dan antrian memanjang menunggu pemeriksaan membuat saya tergelitik untuk menuliskan sesuatu tentang mudik ini.

Kementerian Perhubungan pun telah menyampaikan daftar aturan dan sanksi mudik lebaran 2020 selama ada virus corona.

Sejumlah aturan dan sanksi bagi pemudik lebaran 2020 mulai yang ringan sampai paling berat.

Adapun aturannya adalah:

  1. Tidak Boleh Melanjutkan Perjalanan

Terkait sanksi, bagi warga yang tetap nekat mudik bisa mengacu ke Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Jadi sanksi yang paling ringan yaitu dengan dikembalikannya saja kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik.

  1. Penjara dan Denda Ratusan Juta

Tak main-main untuk sanksi paling berat pemudik harus mendekam di penjara. Jika dikalkulasi sanksi penjara paling lama satu tahun dan atau denda maksimal Rp 100 juta. Hal ini mengacu kepada Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018.

Sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemarin Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 10 tahun 2010 dan Keputusan Kemenkumham No.19/PK/01/04/2020 untuk mengeluarkan sejumlah narapidana.

  1. Belaku sejak Tanggal 24 April 2020

Sementara itu, aturan larangan mudik lebaran 2020 akan berlaku per tanggal Jumat, 24 April 2020

Hal ini seperti yang disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan selepas rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa (21/4/2020).

  1. Nasib Angkutan Umum dan Mobil Pribadi yang keluar atau masuk wilayah yang terkena PSBB

Seperti dikutip dari Kompas.com, selama aturan larangan mudik diterapkan angkutan umum dan mobil pribadi yang nekat keluar dari zona merah akan diberi sanksi.

Saat larangan mudik diterapkan, check point akan disiapkan di setiap akses keluar masuk wilayah yang diterapkan PSBB.

Disisi lain pembebasan narapidana beberapa minggu yang lalu sudah terlebih dahulu menuai kontroversi. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly memperkirakan akan ada 30.000 sampai 40.000 narapidana dewasa dan anak yang akan dibebaskan.

Artinya para narapidana yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan ini bisa bebas dengan berbagai catatan. Namun apapun itu, artinya akhirnya di bulan Ramadhan dan Hari Raya mereka bisa mudik, pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Nah, bagi masyarakat yang memaksakan diri mudik hati-hati, anda bisa dipenjara atau denda 100 juta. Jadi stay at home saja. Tidak usah iri terhadap para narapidana tersebut. Karena kita patut bersyukur bukan kita yang di penjara.[]
.
.

RumahMediaGrup/endahsulis1234

.
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.