Bilakah Kiamat Itu Tiba

Kok ngambil judul agak seram ya. Tapi, ini hanya sekedar share tentang ilmu agama yang didapat dari pengajian kuliah subuh di masjid Al Ikhlas.

Wajib diyakini, yaitu peristiwa yang pasti terjadi, kiamat. Kita merasakan kengerian luar biasa ketika membayangkan kejadiannya.

Kiamat kecil mungkin dikehidupan sehari-harj kita mengetahuinya. Misalnya dengan kematian. Berakhirnya hidup di dunia menuju alam akhirat.

Tetapi untuk Kiamat besar atau Kiamat kubro, tentu kita dapat menggali informasinya dari kitab suci Al Qur’an. Banyak pula ayat yang berkaitan dan menerangkan tentang kiamat.

Tanda-tanda akan munculnya kiamat kubro, hancurnya jagat raya. Kita bisa melihat tanda-tandanya seperti di bawah ini :

  1. Lahir imam mahdi, memproklamirkan dirinya imam mahdi dari keturunan nabi.
  2. Keluarnya dajal. Menguasai bumi dalam waktu relatif singkat. Termasuk makanan dan minuman dikuasai dajal. Orang yang tidak kuat iman, karena fitnah dajal.
  3. Turunnya nabi isa bin maryam. Yang dapat mengalahkan dajal. Meneruskan ajaran nabi Muhammmad saw yaitu Al Qur’an dijadikan pedoman sampai akhir jaman. Nabi isa menguasai alam dunia dan mengalami ketenangan.
  4. Datangnya ya’juz ma’juz. Yang merusak.
  5. Keluar binatang merayap mencari manusia diberikan cap mukmin atau bukan
  6. Terbit matahari sebelah barat
  7. Keadaan dunia gelap dan kabut (dukhan) selama 40 hari.
  8. Hancurnya gunung gunung
  9. Hancurnya kabah Oleh orang orang habsi (turunan raja Abrohah)
  10. Lenyapnya Al Quran (bacaan dan tulisannya di hati orang)
  11. Semua isi bumi adalah orang-orang kafir. Wallohu’alam.

Keimanan dan keislaman mesti selamanya ada dalam rongga dada. Dengan harapan husnul khotimah.

Dengan mengetahui tanda-tanda Kiamat kubro, sudahkah kita merenungkan apa yang akan kita perbuat sekarang? untuk persiapan menuju sang Pencipta.

Segera untuk memperbanyak kebaikan bagi diri dalam mempersiapkannya. Meski tidak akan ada seseorangpun yang tahu kapan kejadiannya.

Tetap istiqomah dalam ketaatan dan berbuat baik, menjadi pondasi utama agar kita tetap melangkah dalam kewaspadaan.

Menghindarkan diri dari keburukan tingkah laku yang hanya akan menyengsarakan. Bersikap yakin akan keampunan, maka sentiasa akan meningkatkan seseorang dalam beribadah kepada ilahi dengan penuh paksaan yang baik.

Rumah Media Grup / Allys Setia Mulyati

Foto : dokumen pribadi
Sumber : ustadz. Wahyu, Miftahushibyan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.