Mudik,Antara Manfaat dan Mudarat

Mudik, Antara Manfaat dan Mudarat

Mudik menjadi sesuatu yang sulit sekarang ini. Tradisi turun temurun ini kini menjadi dilema dalam masyarakat. Benar-benar fenomena baru yang kita alami.

Ya, pandemi Covid-19 telah merubah tatanan dalam kehidupan manusia di seluruh pelosok dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Kesehatan masyarakat menjadi semakin terpuruk, Kehidupan ekonomi luluh lantak, serta munculnya berbagai masalah sosial yang menghantui masyarakat.

Pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak berupaya sekuat tenaga agar seluruh lapisan masyarakat terhindar dari Covid-19. Melalui bimbingan dan arahan, diharapkan masyarakat dapat mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Seperti sering cuci tangan pakai sabun, tetap berada di rumah, bila ada keperluan ke luar rumah harus pakai masker, menjaga imunitas tubuh dan menjaga jarak.

Budaya mudik menjelang lebaran kali ini menjadi salah satu kegiatan yang beresiko menularkan virus Covid-19. Ya…Kota-kota besar yang mobilitas penduduknya sangat padat dan sulit dikendalikan menjadi tempat yang rawan dalam penularan virus ini. Terbukti korban makin hari makin banyak. Itulah sebabnya kota-kota tersebut dikategorikan sebagai Zona Merah.

Biasanya mudik itu dilakukan dari kota-kota besar seperti Jakarta yang notabene sebagai Zona Merah ke berbagai wilayah di Indonesia yang dikategorikan Zona Hijau. Hal tersebut sangat berpotensi menularkan virus Covid-19. Berdasarkan alasan tersebut maka pemerintah melarang masyarakat untuk mudik.

Dalam konferensi pers virtual Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mempertegaskan tentang mudik. Beliau mengatakan bahwa melalui aturan ini, transportasi umum maupun pribadi tidak diperkenankan untuk keluar dan masuk wilayah yang sudah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tak cukup itu saja, pemerintah pun memberikan sanksi terhadap mereka yang melanggar.

Sebaiknya kita harus menyadari dan mempertimbangkan kesehatan diri dan kesehatan orang-orang di lingkungan kita, dalam hal ini keluarga di kampung halaman. Menahan diri untuk tidak mudik bukan berarti tidak rindu keluarga, keinginan untuk bertemu dan berkumpul dengan mereka pasti ada. Tapi, kita harus mempertimbangkan resikonya. Lebih besar mana manfaatnya atau mudaratnya?

Bersabar menanti saat yang tepat untuk mudik, itulah satu-satunya solusi, sambil terus berdo’a semoga pandemi ini cepat berlalu dan situasi negeri cepat pulih kembali. Penggunaan media sosial untuk berkomunikasi menjadi satu alternatif untuk silaturahmi dan mengobati kerinduan pada keluarga di kampung halaman.

#Lawan Covid-19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.