Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 3. Khasiat Labu

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

3. Khasiat Labu

Pagi ini Umi Salamah ingin melihat kebun yang ada di ujung jalan. Tidak jauh dari rumah. Abah Abdul yang kebetulan sedang tidak ada kegiatan keluar rumah, mau menemani Umi Salamah, istri tercinta. Sepanjang jalan Abah dan Umi bertemu dengan penduduk yang akan pergi ke sawah dan ladang mereka.

Abah dan Umi menyukai keramahan masyarakat Kampung Darmasatya itu.
Mereka juga menghormati Abah dan Umi selayaknya orang tua mereka dan sebagai tetua di kampung.

Sepuluh menit kemudian, Abah dan Umi sampai di kebun. Di sana sudah ada Mang Yana, tukang kebun kepercayaan Abah. Umi memanggilnya.

“Mang, sudah ada sayuran yang siap dipetik untuk hari ini? Umi pengen bikin makanan buat anak-anak sama tamu yang lagi belajar agama itu.”

“Sebentar ya, Umi. Mamang cari dulu. Tadi sih udah ada tomat, kacang panjang, dan cabe yang Mamang petikin,” ujar Mang Yana sambil berjalan menuju pinggir kebun. Abah sedang berkeliling memeriksa sisi kebun di samping parit kecil yang airnya masih bening.

Tak lama, Mang Yang datang kembali. Di tangan kanannya sudah ada satu karung kecil hasil panen tadi dan di tangan kirinya ada labu kuning yang teramat besar dan bersih.

Umi berseri-seri ketika Mang Yana menyerahkan labu itu kepadanya.

“Aduh, cantik sekali labunya, Mang! Kuningnya bersih dan cerah. Kayaknya ini udah matang, ya? Nuhun pisan, Mang. Nanti Umi bikin kolak sama klepon atau nagasari. Mang, jangan lupa daun pisangnya, tolong ambilkan!” pinta Umi.

“Siap, Mi! Tunggu sebentar.”

Abah kemudian mendekati Umi. Beliau memandang labu itu sambil berdecak kagum.

“Masyaallah! Alhamdulillah, rezeki engga kemana ya, Mi! Allah beri kita rezeki yang berlimpah. Hasil kebun mencukupi untuk makanan kita di rumah. Engga berlebihan tapi juga engga kekurangan. Eh, Umi tahu engga kalau labu itu merupakan salah satu Tibbun Nabawi juga?” kata Abah.

Umi memandang Abah. “Coba, Bah. Jelasin atuh! Apa khasiat labu untuk kesehatan?”

Lalu Abah menjelaskan dengan runtut. Umi menyimak. Mang Yana yang datang dengan daun pisang di tangannya ikut juga mendengarkan.

*****

“Labu merupakan salah satu sayuran yang murah dan bisa ditemukan di mana saja. Labu juga merupakan salah satu sayuran yang sangat digemari Nabi. Manfaatnya banyak sekali.”

“Sayur labu juga di abadikan dalam Alquran. Kata ‘Labu’ dalam Alquran disebut dalam Surah As Shaffat Ayat 146.

“Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.”
(Q.S As Shaffaat Ayat: 146).

“Labu bersifat dingin dan lembab, rendah kalori, mudah meninggalkan perut sekalipun labu belum hancur sebelum dicerna.”

Selain itu, labu yang lembut lagi cair bersifat makanan basah dan berlendir. Mempunyai khasiat meredakan sakit panas, namun tidak menimbulkan sakit pada orang yang kedinginan dan orang yang didominasi oleh lendir.”

“Air yang terkandung di dalam labu berkhasiat menghentikan flu dan menghilangkan sakit kepala apabila diminum atau dipergunakan untuk berkeramas.”

“Tahukah, Umi? jika labu juga daunnya dapat menghaluskan kulit perut?” tanya Abah.

Umi Salamah menggelengkan kepala.

“Ketika Nabi Yunus AS keluar dari perut paus, saat membersihkan diri, dia menemukan labu dan memakannya untuk membantu memulihkan kondisi tubuhnya. Tak hanya buahnya, daun labu juga dapat dimanfaatkan untuk obat yang dapat menyembuhkan luka kulit.”

“Selain yang tadi Abah bilang, ada lagi nih manfaat labu.”

1. Memperkuat jantung
2. Menurunkan berat badan
3. Rendah kalori dan tinggi serat
4. Menajamkan penglihatan
5. Mempercantik kulit
6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
7. Mencegah kanker
8. Memelihara kesehatan jantung
9. Menurunkan Tekanan Darah

******

Medical Hadis
Dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Talhah, dia mendengar Anas bin Malik berkata,
“Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah Saw untuk makan yang telah dibuatnya sendiri. Aku pun pergi bersama Beliau. Roti dari gandum dan kuah pun dihidangkan lalu didekatkan kepada Rasulullah Saw, yang di dalamnya ada labu dan dendeng daging.
Anas berkata, Aku melihat Rasul terus menerus mencari labu yang berada di sekeliling piring besar sehingga sejak saat itu aku menjadi senang dengan labu.”
(HR. Bukhori – Muslim)

“Banyak sekali ya, Bah, manfaat labu. Di kampung ini, banyak labu justru dijual ke kota buat beli ikan asin.” Mang Yana terkekeh. “Padahal kalau saja masyarakat paham, bisa diolah jadi makanan yang enak dan tentunya bergizi,” lanjut Mang Yana lagi.

“Ya, sudah! Nanti Umi ajarkan ibu-ibu di pengajian untuk mengolah labu menjadi penganan yang enak buat keluarga. Ayo, Mang! Ambil lagi labunya yang sudah matang!” Umi Salamah berniat membagi-bagikan hasil olahannya ke masyarakat kampung Darmasatya.

Referensi :
– Google, berbagai jurnal islam dan kesehatan
– Alquran Cordoba – Amazing
– Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t :404)

Gambar dari google

rumahmediagrup/irmasyarief

Kamis, 07 Mei 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.