Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 4. Khasiat Laban Al-Baqar ( Susu Sapi)

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

4. Khasiat Laban Al-Baqar ( Susu Sapi)

Hari masih pagi buta. Matahari belum bersinar. Suasana di Kampung Darmasatya terasa sepi dan tidak terlihat geliat kehidupan manusia. Kecuali mereka yang terbiasa bangun di sepertiga malam dan berlanjut hingga Subuh masih terjaga menanti waktu Isyraq. Berdiam diri di masjid atau di rumahnya sambil membaca Alquran serta berzikir mengingat Allah.

Udara yang dingin menembus tulang membuat sebagian orang ingin menarik selimut lagi dan kembali ke peraduan. Tetesan air hujan sisa semalam masih bergelayut manja di dedaunan yang menekur menyebut asma Allah dalam diamnya.

Umi Salamah masih membaca Alquran di ruang tamu. Ada beberapa anak perempuan yang menemaninya. Masyira, Nasita, Jamila, Aisyah, Hawwa, Sarah, Alya. Mereka pun melakukan hal yang sama. Usia mereka sekitar tujuh hingga tujuh belas tahun. Dari dini hari tadi, Umi dan anak-anak itu sudah bangun dan salat tahajud.

Waktu mulai merangkak naik. Lembayung pagi nampak malu-malu menyapa hari. Langit begitu bersih dan bening. Warna kemerahan di ufuk timur menandakan sang waktu bergulir cepat.

Mak Isah, orang kepercayaan Umi Salamah yang selalu membantu mengurus anak-anak yatim, datang dari arah dapur. Perempuan tua itu membawa satu teko kaca berukuran besar berisi susu sapi segar yang masih hangat. Tidak hanya itu saja, ada sepiring besar uli dan pisang goreng ikut menemani.

“Umi, susunya sudah siap. Untuk Abah dan anak laki-laki disimpan di Paviliun atau dibawa ke sini?” tanya Mak Isah.

“Dibawa kesini aja, Mak! Nanti kita minum bareng-bareng,” terdengar suara bariton dari arah pintu depan.

Semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah suara. Abah datang dengan delapan orang anak laki-laki yang tinggal selama ini dengan mereka. Fadil, Rayhan, Adib, Ibrahim, Rafiq, Nasrul, Fiqri, Yazid.

Tak lama kemudian, Rahman dan Gustaf, dua pemuda kota, ikut menyusul dari belakang. Mereka rupanya sudah selesai melaksanakan salat Isyraq.

Abah kemudian duduk di sebelah Umi. Rahman dan Gustaf yang lebih tua usianya duduk tidak jauh dari Abah.

Bismillah, Abah meminum susu yang dibawa Mak Isah untuk kedua kalinya. Anak-anak mendapatkan porsi yang sama. Susu segar yang dikirim seminggu tiga kali dari peternakan milik Pak Haji Sukardi untuk keluarga Abah.

“Alhamdulillah, pagi ini kita masih bisa meminum susu sapi segar. Rezeki Allah begitu banyak untuk kita. Anak-anak, tahukah kalian jika susu murni itu salah satu Tibbun Nabawi yang dianjurkan dan ada dalam Alquran?” tanya Abah.

“Tahu, Bah! Ada di surah An-Nahl ayat 66.
Begini bunyinya, “Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (yang berupa) susu murni di antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya,” jawab Rafiq cepat.

Rafiq adalah anak yatim yang bersekolah di Tsanawiyah. Usianya lima belas tahun.

“Masyaallah, Rafiq sekarang sudah banyak ya hapalannya,” puji Abah.
Rafiq tersenyum simpul.

“Tahukah kalian? Susu merupakan minuman yang lebih bermanfaat bagi badan manusia dibanding jenis minuman lainnya. Susu berkalori tinggi dan sejalan fitrah yang murni,” kata Abah menerangkan.

“Ada satu hadis, pada malam Isra, Nabi disodori segelas khamr dan segelas susu. Beliau memandang dua gelas itu, kemudian diambilnya gelas yang berisi susu. Maka Jibril As, berkata,” Segala Puji bagi Allah Swt yang telah memberikan petunjuk kepadamu yang sesuai fitrah. Sekiranya engkau mengambil khamr, maka umatmu akan tersesat.”
(HR Al-Bukhori dan Muslim)”

“Ada hadis lain yang menyebutkan,
Dari Tariq bin Syihab, Nabi bersabda,
Sesungguhnya Allah Swt tidak menurunkan penyakit, melainkan juga menurunkan obatnya. Karena itu, hendaknya kalian meminum susu sapi, sebab ia makan dari beragam jenis dedaunan.” (HR An-Nasai).

“Satu lagi nih yang mesti diketahui, Anak-Anak!”

“Walaupun susu sapi itu bagus untuk kesehatan, tidak berlaku untuk dagingnya. Daging sapi atau Lahm Al-Baqar bersifat dingin dan kering. Sulit dicerna dan lamban meninggalkan perut.
Daging ini hanya cocok bagi pekerja keras. Boleh makan, tapi jangan berlebihan.”

“Bagi orang yang tidak kuat mengkonsumsi daging sapi banyak dapat mengakibatkan berbagai penyakit empedu, seperti panu, kudis, kulit mengelupas, kusta, dan lain-lain. Makanya, kalau memakan daging sapi harus disertai penawarnya dengan cabe, bawang putih, dan jahe. Daging sapi yang baik adalah daging muda dari anak sapi.”

“Ada hadis yang menerangkanya.
Dari Suhaib Al Khair Ra, ia berkata, Rasululloh Saw, bersabda,” Hendaklah kalian meminum susu sapi, karena susu sapi itu penawar dan lemaknya obat, sedangkan dagingnya penyakit.” (HR Abu Nu’aim)

Anak-anak saling memandang. Baru tahu.

“Nah, anak-anak! Susu sapi adalah jenis susu yang paling baik dibanding susu domba. Sebagaimana yang di anjurkan Nabi.”

“Kalo di kita, ‘kan engga ada susu domba, Bah?” tanya Jamila, si kacamata.

Abah tersenyum.”Pasti ada, Nak! Walaupun susu domba tidak dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, tapi susu domba sering dijadikan keju dan produk susu lainnya.”

Kemudian Abah menatap semuanya dan melanjutkan cerita.

“Susu murni, yang langsung diperah dari sapi dan dipanaskan terlebih dahulu dengan cara yang tepat agar terhindar dari bakteri sebelum dikonsumsi, akan memberikan manfaat yang banyak, salah satunya menggemukkan badan dan memberikan keseimbangan pada perut.”

“Selain itu, susu sapi bisa mencegah kanker. Bisa mengatasi depresi, kelelahan, dan PMS, karena susu sapi bisa menenangkan.”

“Hayoo, kalian yang perempuan dan sudah mendapatkan haid tiap bulan pasti tahu apa itu PMS.”

Anak-anak perempuan cekikikan.

“Kandungan gizi susu lainnya seperti potasium yang dapat menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, perlindungan terhadap hilangnya massa otot. Sementara vitamin D dapat menyehatkan tulang, yang membantu dalam pembentukan, pertumbuhan, dan perbaikan tulang. Kandungan susu ini juga memainkan peran penting dalam penyerapan kalsium dan fungsi kekebalan tubuh.

“Kalau untuk kulit nih, Bah. Apa saja manfaat susu sapi bagi perawatan kecantikan?” tanya Hawwa.

Nah, kalo itu Umi deh, yang jawab,” kata Abah sambil tertawa.

Umi kemudian menjawab pertanyaan Hawwa. “Kalau buat kecantikan kaum wanita, susu bisa untuk :

1. Pembersih dan pengelupasan kulit.
2. Pelembap untuk kulit kering dan bibir pecah-pecah.
3. Mencerahkan kulit kusam
4. Anti-aging atau memperlambat penuaan.
5. Pembersih untuk kulit sensitif.
6. Kompres dingin untuk kulit terbakar matahari.
7. Mengecilkan pori-pori yang besar.

“Tapi, itu harus rajin dan sabar. Istiqomah jangan bosenan,” kata Umi panjang menjelaskan.

“Nah, udah cukup penjelasan Umi? Sekarang kita waktunya bergerak. Yang mau olahraga bareng Abah, ayoo! Kita jalan pagi.” Ajak Abah.

Anak-anak langsung bersemangat. Abah dan Umi memimpin anak-anak berjalan kaki di seputaran kampung.

Referensi:
– Google, berbagai jurnal islam dan kesehatan
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t :386 dan 374)
– Metrobanten, kesehatan

Gambar dari google

rumahmediagrup/irmasyarief

Jumat, 8 Mei 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.