Pelukan Terakhir

Hari ini Bu Era berencana akan mengajak Acha pulang ke rumahnya. Kemarin saat jam pulang sekolah Acha belum dijemput, mamanya yang biasa jemput Acha tak datang hingga larut sore. Bu Era mencoba menghubunginya namun hanya terdengar suara operator yang bicara bahwa panggilan berada di luar jangkauan. Mencoba berkali-kali namun tetap sama. Akhirnya Bu Era mengantarkan Acha pulang ke rumah, namun sesampai di depan pagar rumahnya ternyata pintu pagar digembok dan tak ada tanda-tanda mama maupun ayahnya ada di rumah. Terpaksa Bu Era mengajak Acha pulang ke rumahnya.

***

Acha saat ini duduk di kelas 3 SD, pendiam dan cenderung mengalah jika bermain dengan temannya. Acha termasuk anak yang tergolong mandiri dan bertangungjawab selalu mengerjakan serta menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru kepadanya. Di saat teman yang lain selalu melibatkan orangtua dalam mengerjakan tugas sekolah, namun tak demikian dengan Acha.

Hampir satu bulanan Acha cenderung diam dan tak fokus saat jam pelajaran. Bu Era berusaha mendekatinya mencoba mengajaknya berbicara apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya saat ditanya Acha hanya menggelengkan kepalanya sambil menjawab, “Aku gak tahu,” sambil tertunduk.

Saat jam istirahat siswa perempuan lebih senang berada di dalam kelas sambil makan bekal kuenya. Mereka asyik bercerita, suasana kelas menjadi sedikit ramai. Naya bercerita bahwa ayahnya yang seorang dokter pulang larut malam, Safira bercerita jika ayahnya tak pulang karena bekerja di luar kota Bogor. Rahma bercerita jika ayahnya juga pulang larut karena ban motornya pecah. Acha dengan polos bercerita jika ayahnya semalam bertengkar dengan mamanya, mamanya menangis. Seketika teman-temannya diam. Bu Era mencoba mengerti mengapa akhir-akhir ini Acha kurang fokus saat di kelas mungkinkah karena pertengkaran orangtua penyebabnya, pikir Bu Era.

Sampai akhirnya terjadilah seperti kejadian di atas, keberadaan orangtua Acha tak diketahui dan tak pernah ada kabar ke Bu era selaku wali kelas Acha. Sejak kejadian itu Acha tinggal bersama Bu Era. Syukur Alhamdulillah Acha termasuk anak yang sabar dan penurut. Tak sepatah katapun keluar dari bibir mungilnya bahwa ia merindukan ayah dan mamanya. Ya Allah nak, jika hal ini terjadi pada anak lain belum tentu sesabar ini, batin Bu Era.

Hampir 10 hari Acha bersama dengan Bu Era, tiba-tiba ayah Acha muncul di sekolah. Tubuh mungilnya menubruk ayahnya dan memeluknya erat seakan tak mau melepaskannya. Tak terasa bulir airmata Bu Era menetes menyaksikan adegan tersebut. Selama ini Acha pasti menahan kerinduan terhadap ayahnya namun tak pernah terucap.

Hari ini merupakan pertemuan terakhir Bu Era dengan Acha karena Acha akan mengikuti ayahnya untuk pulang kampung dan melanjutkan sekolah di sana. Sedangkan  mamanya entah pergi kemana begitu jawab ayahnya. Bu Era mencoba mengerti, untuk tidak terlibat dan ikut campur dengan masalah keluarga Acha. Ayah Acha mengucapkan terima kasih dan beribu maaf selama ini telah merepotkan Bu Era.

Pelukan hangat dan tangisan anak kecil ini meluluhkan hati Bu Era, mereka berdua menangis sambil berpelukan.

“Jaga diri baik-baik ya nak. Semua sayang Acha,” bisik Bu Era tersendat.

Acha hanya mengangguk, Bu Era mengusap air mata di pipinya. Tangan mungilnya terus melambai seakan tak mau berpisah. Bu Era lekat memandangi kepergian Acha bersama ayahnya. Semoga Allah senantiasa menjagamu nak, doa Bu Era.

Ilustrasi Gambar : Karya Aurelia FF (Raven)

rumahmediagrup/She’scafajar

3 comments

  1. MasyaaAllah..ikt larut dalam kesedihan..semoga kita dianugerahkan keluarga yang sakinah..mawadah..warrohmah dan barokah..Aamiin…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.