Mudik Ditiadakan

Mudik Ditiadakan

Apa kabar mudik? Hm.., engkau selalu dinanti oleh para perantau yang lama tidak pulang kampung. Begitu tiba saatnya mudik, semua menyambutnya dengan gembira dan bersiap-siap mudik untuk bertemu dengan keluarga tercinta.

Namun kali ini, mendengar namamu disebut serasa ada nyeri yang menusuk sampai ke ulu hati. Pasalnya bukan apa-apa, karena pada mudik kali ini, hanya lantunan namamu saja yang ramai disebut-sebut dan dibahas di dunia maya maupun dunia nyata, tetapi semua hanya menjadi sebatas cerita, tahun ini tidak boleh mudik.

Semuanya bukan engkau yang menghendaki, semuanya menjadi begini karena situasi saat ini yang tak mendukung. Kini, dunia tengah dilanda pandemi Covid-19, wabah yang amat menakutkan negara-negara di dunia, karena itulah mudik ditiadakan agar si wabah tidak leluasa menyebar luas. Virus ini rentan menyebar bersama pergerakan sekumpulan orang atau di tengah massa, lebih-lebih keramaian yang sukar dikendalikan. Nah, dari itulah  akitivitas mudik yang jelas-jelas orang-orang dalam keramaian menjadi sasarannya. Kami tidak bisa mudik, karena situasi yang lagi begini, bukan karenamu.

Biarlah, biarlah mudik kali ini tidak dapat dijalani, hanya menjadi cerita yang serasa menelan pil pahit mendengarnya. Tidak apa-apa, karena mudik bukan suatu keharusan bukan pula suatu kewajiban, ia hanyalah rutinitas atau tradisi tahunan, khusunya bagi bangsa kami. Justru kalau mudik dipaksakan, apakah nanti tidak malah merepotkan? Negara repot, keluarga repot, semua repot.

Tidak menutup kemungkinan si wabah makin berkembang biak jika mudik tetap diselenggarakan. Makin banyak korban berjatuhan, kematian terjadi fantastis, banyak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya; ayah kehilangan putra-putrinya, anak-anak kehilangan orang tuanya, para istri kehilangan suaminya dan sebaliknya. Mudik, selama itu tidak dilakukan karena untuk lebih baik, whay not? Bukankah masih ada mudik-mudik berikutnya.

Memang mudik itu mengasyikan, serasa jalan-jalan di kala melewati perjalanan lalu berjumpa dengan keluarga tercinta. Mudik juga tentunya menyisakan duka, namun dianggap tidak apa-apa dibanding kebahagiaan dapat berjumpa dengan orang-orang yang dicinta.

Semoga saja, tidak mudik kali ini meninggalkan hikmah yang mendalam, membuat diri lebih sabar menghadapi cobaan dan ridha menerima keadaan. Sebab, Allah tidak menjadikan suatu peristiwa pun di muka bumi ini melainkan pasti menyimpan hikmah yang siap menjadikan insan lebih baik apabila dapat mengambil pelajaran.

Insya Allah mudik tahun depan. Salam tidak mudik!

(rumahmediagrup/wahyudinaufath)

Gambar: ayosemarang.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.