Mengunduh Rindu Di Masa Pandemik? Berikut Alternatif Selain Mudik

            Polemik tentang mudik atau pulang kampung beberapa waktu yang lalu, rupanya membuahkan hasil yaitu adanya himbauan dibolehkannya mudik pada lebaran di masa pandemik ini dengan syarat karantina mandiri bagi para pemudik selama 14 hari.

            Ya Sobat terlepas dari hal tersebut, mudik merupakan bentuk unduhan ekspresi rindu setelah berbulan-bulan lamanya tak bersua dengan keluarga. Mudik merupakan bentuk bakti kalangan muda untuk bersiaturahmi dengan para orang tua. Rasanya kita semua sepakat jika mudik tak bisa digantikan oleh transferan uang yang bejibun atau kiriman paket aneka hadiah untuk keluarga di kampung.

            Jika kita susuri, makna mudik dalam KBBI yaitu mudik/mu·dik/ v 1 (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dari Palembang — sampai ke Sakayu; 2 cak pulang ke kampung halaman.

            Menurut sejarah, istilah mudik baru terkenal saat 1970. Tahukah Sobat, sebenarnya mudik ini sudah ada sejak jaman majapahit. Dulu, pihak kerajaan Majapahit membagi beberapa daerah kekuasaan yang didalamnya terdapat pejabat-pejabat. Nah, para pejabat ini ditugakan utuk memberikan laporan kepada raja dan kemudian pulang kampung. Lambat laun hal ini menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaa ini juga dilakukan oleh pejabat dari Mataram Islam yang berjaga di daerah kekuasaan. Mereka menghadap Raja pada Idul Fitri. (sumber kaskus)

Sobat, istilah mudik di Jawa dipahami dengan makna “Eling Sangkan Paran Dumadi”. Artinya bahwa kita harus mengerti asal kita dan akan kemanakah hidup kita ini nantinya. Waw, ini maknanya mendalam sekali ya.

Lalu bagaimana pandangan Islam mengenai mudik? Sebenarnya tidak ada istilah mudik dalam islam. Menurut saya pribadi, mudik bisa dilihat dari dua sisi yaitu melakukan safar dan silaturahmi. Maka ketika akan melakukan mudik harus diingat adab-adab kedua hal tersebut dari sudut pandang Islam.

Adab safar, yaitu melakukan salat sunnah sebelum safar, berdoa naik kendaraan, perlunya menunjuk pemimpin perjalanan, memperbanyak zikir dan istigfar. Bagaimana jika mudik kita saat malam lailatul qadar? insyaAlloh dengan zikir dan istigfar kita masih punya kesempatan meraihnya.

Jika mudik dimaknai silaturahmi, maka tak melulu harus dilakukan saat lebaran saja kan Sobat? Bisa dilakukan saat kesempatan liburan lain tiba lho atau ketika penyebaran covid 19 mulai menurun. Nah ternyata makna menyambung silaturahmi adalah orang yang menyambung hubungan dengan orang yang telah memutuskan Silaturahmi. Silaturahmi bisa berbentuk pemberian santunan harta, sumbangan pemikiran, bantuan tenaga dan memenuhi kebutuhan hidup serta menjauhkan dari berbagai macam gangguan dan keburukan atau bisa dalam bentuk senyum dan bermuka manis serta mendo’akan mereka dengan kebaikan” (Fathul Barri. Kitab Al-Adab bab : Man Washola Washolallhullah, Ibnu Hajar 10 / 1171).

Jadi, silaturahmi kapan saja tidak masalah ya Sobat, tak harus menunggu lebaran. Jika kita memilih kebaikan bersama di pandemic ini tanpa mudik, maka bisa menelepon atau video call terhadap keluarga. Atau jika mau keren bisa menggunakan aplikasi zoom. Minimal kita memberitahu kabar kepada kerabat kita dan sebaliknya kitapun mengetahui kabar terkini kerabat kita. So, ga ada deh alasan lebaran ini murung karena tidak mudik. Komunikasi di era digital ini sangat mudah ya Gaes.

Nah Sobat, jika kerabat kita berada di tempat yang udik sekali, hayoo bagaimana solusinya? Lalu bagaimana rencana mudik kalian? Ditunggu sharingnya di komen ya

Dan perlu diingat baik-baik makna mudik di Jawa bahwa kita harus mengerti asal kita dan akan kemanakah hidup kita ini nantinya. Persiapkan bekal “mudik” kalian yang sesungguhnya mulai dari sekarang.

rumahmediagrup/nurfitriagustin

Sumber gambar: pixabay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.