Jatuh Cinta Berkali-kali

sumber gambar : dokumentasi pribadi

Jatuh Cinta Berkali-kali

“Siapa laki-laki paling ganteng sedunia?” Tanyaku manja pada kedua putri kecilku. Serentak mereka menjawab, “Papaaaaa!.”

“Kalau mau menikah nanti, gimana cowok yang kalian pilih jadi suami?” Tanyaku penasaran lagi. Hampir bersamaan mereka menjawab, “kayak papa lah…”

Duh, si Papa langsung besar kepala, sambil berlari kecil tersenyum melihat kaca. Hadech…..

Tapi memang ya, laki-laki gagah satu-satunya di rumah ini memang layak dipuji, diakui kegantengannya. Bahkan, kalau malam, mereka berdua selalu minta tidur sama si Papa. Mereka saling  bercerita, seru banget. Mungkin karena mereka perempuan ya, harus mengeluarkan kalimat-kalimat yang banyak. Mereka begitu nyaman tidur dipelukan Papanya. Menikmati banget didekap mesra. Sedangkan aku harus diusir dari kamarku sendiri. He..he..he…

Cinta, memang harus dihidupkan dan ditumbuhkan. Waktu akan berjalan sampai kalian dewasa kelak. Dan, tak bisa jauh pergi dari kalian, mungkin suatu saat kalian harus melanjutkan hidup dengan cara kalian. Hidup bersama laki-laki yang kalian inginkan.

“Barangkali, aku bukan Ibu terbaik di dunia, karena tak seorangpun Ibu ada yang sempurna. Tapi aku yakin kalian akan menemukan sebagian besar jiwa keibuan kalian dan ada aku didirimu kelak.”

Mungkin suatu saat, ada rasa kehilangan yang sangat. Rasa memiliki ini muncul karena pengalaman yang keren, dimana sepi akan datang jika kalian pergi. Entahlah, waktu yang bersalah, atau jarak yang terpisah. Tidak berlebihan jika kalian mencintainya saat ini bukan?

Banyak peristiwa yang mengukir cinta. Tepatnya jatuh cinta menjadi pengalaman terhebat bagi kalian. Bahkan, di setiap pagi saat si dia berpamitan kerja. Mata kalian seakan bilang sedih, “Cepatlah pulang ya…”

Perasaan jatuh cinta yang tak mungkin memudar. Kesederhaan adegan drama hidup yang kita lewati, menjadikan dia sosok pahlawan. Bahkan, saat kalian mimpi buruk, lalu terbangun. Dia hadir memeluk sayang, “ Tenang, ada Papa..” Kelincahannya menyulap tangis menjadi tawa, sedih menjadi hilang. Ah, mungkin itu ajaib.

Petualangan-petualangan ini sangat menarik bagi cinta untuk tumbuh di hati kalian. Sebagai pribadi bersyukur nantinya. Karena cinta sejati pada laki-laki baik ini, kalian tumbuhkan dari dini. Dalam tiap adegan petualangan ini, aku selalu menghitung frekuensi kekaguman yang luar biasa. Ada banyak bagian adegan yang menguji perasaan mereka. Tapi anehnya, marah mereka hanya sebatas senyum si Papa.

Perasaan ini selalu hadir, seperti seorang kekasih sedang mengantar pulang kekasihnya di bandara. Meski sedikit cemburu, tapi tertawa atau paling tidak senyuman mereka membatasi imajinasi. Dan akupun terbiasa. Biasa diabaikan…he..he…

Akhirnya, akupun harus sepakat dengan mereka. Mengakui jatuh cinta berkali-kali, di tiap adegan petualangan dan kisah termanis yang kau berikan. Tulisan manis ini mengingatkan kembali pada awal ku bilang cinta. Ah, cinta ini tidak akan pernah pergi, karena ia datang berkali-kali.

Aku tegaskan lagi, di 13 Mei ini aku tetap memilihmu, seperti dulu…

rumahmediagrup/Anita Kristina

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.