Berhikmat Di Masa Pandemi Covid-19

Berhikmat Di Masa Pandemi Covid-19

Betapa Allah SWT, sudah membuat kita tersadar akan arti diri manusia yang kecil di hadapanNYA. Karena dengan wabah pandemi Covid-19 ini membuat segala tatanan kehidupan di dunia berubah dari biasanya.

Deru mesin di pabrik-pabrik berkurang, asap dan polusi di kota berkurang,  lalu lalang kendaraan umum menepi, mall dan pasar berangsur sepi, kegiatan roda perekonomian otomatis jauh menurun, pendapatan pekerja lepas harian, driver ojol, buruh pabrik, juga semakin memprihatinkan.

Buat alam adalah rehat pemulihan dari sakit yang sudah terlanjur parah, sungai-sungai yang asalnya sembarangan jadi pembuangan limbah pabrik, ada waktu untuk menikmati aliran air bersih normal dari hulu, lapisan ozon terdeteksi membaik semenjak diberlakukan lockdown di beberapa negara.

Masjid sudah makin sepi oleh kerumun jemaah shalat wajib dan shalat Jum’at, dari kajian rutin, tak terdengar suara anak-anak sholawatan menjelang maghrib, bahkan seruan menjelang bulan suci Ramadhan pun, sekian minggu telah terdengar untuk tidak tarawih dan tadarus di masjid.

Dengan atau tanpa ibadah manusia seisi dunia ini, DIA tetap sang maha kuasa

Tak pantas rasanya show off kita dalam menampakkan amal perbuatan baik kita, jika Allah sudah berkehendak mendatang kan bala’, logika dan teknologi tak mampu menjawabnya.

Peleburan kotoran dan dosa umat manusia seakan diinginkan Allah untuk membasuh salah satu bagian tata surya kita, bumi ini. Tak terdengar hingar bingar music di kelab malam, ditutupnya tempat-tempat maksiat, disepikan tempat karaoke, dan semua tempat kerumunan yang seakan hanya jalankan kesenangan semu dan sia-sia, telah bergulir menjadi sepi.

Anggota keluarga yang tadinya saling asyik sendiri dengan kesibukan di luar rumah, ataupun dengan gadgetnya jika sedang di rumah, ternyata dipaksa untuk bisa berinteraksi kembali, serangkaian ibadah wajib dengan komando si ayah, bisa dilakukan lebih sering berjamaah di rumah. Makan semeja bersama tak lagi hanya dominasi milik malam hari, Ibu kembali bertambah perolehan lahan amalan ibadah berlipat-lipat, semakin multitasking, menjadi guru sekolah, guru mengaji, menjadi juru masak, pengawas aneka kegiatan anak-anak.

Allah inginkan kita bertafakur sejenak, apakah kita sudah terlalu banyak punya bekal untuk kembali jika kita kembali menghadap padaNYA. Allah mennyentil kita untuk segera kembali bermuhasabah diri, mentasbihkan zat yang maha suci janganlah dikotori dengan aneka rupa kelakuan maksiat manusia.

Semua diminta sabar dan ikhlas atas qodar baik ataupun qodar buruk, termasuk turunnya wabah Covid-19 ini. Dosa kita di lebur untuk kembali mensucikan diri kita dalam bulan Suci Ramadhan, dan semoga Allah mengampunkan dosa-dosa kita, memberikan kesempatan untuk bisa menjumpainya, mengagungkannya lagi.

Bila dirimu merasa sedih sholatlah. Bila dirimu di amuk marah, shalatlah dan bila dirimu ditimpa musibah, sholatlah. Tak ada aktivitas lain selain shalat ketika hati gundah gulana. Tak ada obatnya yang mujarab selain shalat.

Memohon dan  mencurahkan segenap perasaan yang ada. Itulah salah satu syarat doa terkabulkan, lillah mukhlis  karena Allah. Dengan kata lain, orang yang shalatnya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kata sabar lebih dari seratus kali disebut didalam Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Jika kita telusur lebih lanjut ternyata hakikat seluruh akhlak mulia adalah sabar.Sabar selalu menjadi asas atau landasannya orang beriman, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, 

QS Al – Baqarah : 153

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikan lah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

quote ‘kajianpencerahhati’

gambar: fb pesan bonda

rumahmediagrup/isnakuainr 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.