Jangan Merajuk Karena Pandemik

Hampir tiga bulan, kondisi keadaan kita seperti tanpa tujuan. Padahal eits, ini memang jelas sebuah ujian, yang akan memberikan sebuah keadaan yang semakin merubah proses kehidupan menjadi lebih baik.

Jiwa kitalah yang dituntut lebih paham dan mengerti setiap kejadian yang menjadi ujian. Jangan justru bersikap arogan. Berpikir dengan hanya melihat dari satu sisi manusia saja.

Kita meski mengindahkan pula aturan yang dibuat, jelas-jelas untuk kelangsungan hidup manusia menebas pemaparan virus yang tiba-tiba mengguncang manusia seluruh dunia di bumi.

Melihat dari versi Al Qur’an. Memang kita sebagai Muslim muslimat wajib untuk beribadah shalat di Mesjid.

Namun jangan hanya karena larangan yang sifatnya menyeluruh, membuat warga menjadi panik dan saling berprasangka buruk.

Bahkan lebih menyakitkan, ada yang mengatakan murtad bagi yang takut sampai tidak shalat di Masjid. Ya Allah..

Setega itu mereka orang-orang pemberani, yang so jadi pahlawan. Semestinya, mereka pun tahu keadaannya. Jangan merasa paling kuat sehingga menyiratkan kesombongan.

Bukankah aturan itu dibuat darurat? Membuktikan kalau keadaan sedang tidak dapat diprediksikan.

Maut memang Allah yang telah menetapkan waktunya. Tetapi jangan sampai kita sebagai manusia yang memang memiliki keimanan, mengacuhkan kondisi yang sedang tidak menentu.

Para pemangku medis, yang tengah bergelut saat ini, tidakkah kita melihat dengan penuh rasa kemanusiaan. Hanya dengan mengharapkan sementara sedang penyebaran virus terjadi, kita berusaha untuk tetap jaga jarak.

Ibadah juga banyak sekali bisa dilakukan di rumah. Jadi jangan terlalu menjadi masalah yang rumit bagi semua. Selama kita yakin melakukan yang terbaik dalam ibadah menurut syar’i dan syarat yang berlaku, silahkan lakukanlah.

Bagi mereka yang tetap yakin menggunakan mesjid sebagai tempat ibadah silahkan dan tetap berhati-hati. Menjaga kesehatan yang terpenting, agar ibadah bisa dengan lancar berlangsung dengan penuh kekhusyuan.

Jadi, sebaiknya jangan jadikan pandemik menjadi sebuah perpecahan, yang mengakibatkan semakin menambah kekacauan diantara warga.

Lakukan ibadah sesuai keyakinan kita, dan taat aturan tetap berlaku. Nikmati bulan Ramadan dengan ibadah yang tak terhalang pemikiran negatif terhadap sesama.

Berjiwa luas, terbuka, buang kepanikan, supaya kehidupan yang syarat aturan baru, akan lebih memberikan kenyamanan bagi kita semua.

Rumah Media Kita / Allys Setia Mulyati
Foto : dokumentasi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.