Makna Ibadah Di Rumah

Makna Ibadah di Rumah

Dalam masa pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri kita tercinta, tentunya banyak kekhawatiran yang terlintas dalam benak kita. Tak hanya tentang ekonomi dan sosial, ibadah pun dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja.

Terlebih lagi, di bulan Ramadan ini, kita tidak bisa maksimal melaksanakan ibadah di masjid seperti Ramadan tahun sebelumnya. Anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan bekerja dan beribadah di rumah saja, membuat setiap orang membatasi segala aktifitasnya.

Namun, hal ini tak lantas membuat kendor semangat beribadah kita. Bukankah Allah tetap akan menilai seberapa besar ibadah yang kita perbuat di mana pun kita melakukannya?

Tergantung dari seberapa kuat niat dan keikhlasan kita dalam melaksanakan ibadah, meskipun itu hanya di rumah saja, Allah tetap akan menimbang pahala yang kita perbuat. Memang tak sebesar jika kita melakukannya di masjid, tapi banyak hal yang bisa kita lakukan dari rumah yang sifatnya ibadah.

Jika biasanya kita melaksanakan salat tarawih dan tadarus di masjid, di masa pandemi ini, kita masih bisa melakukannya bersama keluarga di rumah. Kita bisa mengajak anak-anak untuk salat tarawih berjamaah, kemudian setelah itu murojaah Al-Qur’an bergiliran.

Di bulan Ramadan ini, kita wajib berpuasa dengan penuh keikhlasan serta mengharap pahala dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan keimanan dan penuh pengharapan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.“ (HR. Bukhori Muslim).

Itu baru ibadah puasanya saja, belum jika ditambah dengan ibadah-ibadah lainnya, seperti salat wajib tentunya, salat-salat sunah, membaca Al-Qur’an dan bersedakah. Tentunya pahalanya pun akan berlipat ganda.

Kita juga bisa rutin bersedekah dari rumah, dengan memberikan donasi misalnya. Tanpa harus langsung berhubungan dengan orang banyak, kita masih bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan melalui penyelenggara amal atau komunitas sosial.

Dikutip dari situs Kementerian Agama atau Kemenag, dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Salatlah di rumah dan jangan jadikan rumahmu seperti kuburan.” (HR Tirmidzi).

Sudah jelas mengenai hadits di atas, lebih sering rumah kita menjadi tempat beribadah, baik itu melaksanakan salat lima waktu, salat sunah, membaca Al-Qur’an, puasa dan kegiatan lainnya yang bersifat positif, semakin membuat rumah itu sendiri lebih hidup dan berlimpah berkah.

Dimana pun kita beribadah, semua itu berdasarkan keimanan dan ketakwaan yang kita miliki. Jadi tak ada kerisauan yang timbul di hati, saat kita tak bisa melakukan ibadah di rumah Allah.

Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97 mengenai kehidupan yang baik, akan Allah berikan bagi hamba-Nya yang senantiasa beriman.

“Barang siapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki mau­pun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An- Nahl : 97).

Di tengah pandemi yang belum juga beranjak pergi, beribadah menjadi alasan untuk bermunajat dengan sepenuh hati, agar segala macam ujian yang tengah menimpa kita, baik dalam kehidupan pribadi mau pun kehidupan masyarakat, segera dihilangkan.

Kita memohon pengampunan dan terhindar dari segala macam cobaan. Diberikan kemenangan dari peperangan yang tak kasat mata, yaitu melawan virus Covid-19 yang tengah mewabah seluruh dunia, dan peperangan yang utama, yaitu melawan hawa nafsu.

”Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenang­an (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisi-Nya.” (QS. Al-Maa’idah: 52).

Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tak bisa maksimal beribadah dengan melakukannya di rumah, karena selain menghindari penyebaran virus, rumah bisa menjadi lebih berkah dan penuh rahmat dengan berbagai bentuk ibadah dan kegiatan positif yang dilakukan seluruh anggota keluarga.

Tetaplah mengikuti anjuran pemerintah demi memutus mata rantai virus Covid-19 dengan melakukan kegiatan dan beribadah dari rumah. Marilah sama-sama kita berdoa agar wabah ini segera hilang dari muka bumi dan kehidupan kita bisa kembali normal seperti sebelumnya.

Wallahu A’lam Bishawab.

Sumber Referensi :

https://m.detik.com/news/berita/d-4995959/hadits-hadits-tentang-keutamaan-ibadah-di-rumah

https://m.republika.co.id/amp/m74y17

rumahmediagrup/bungamonintja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.