Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 8.Khasiat Zarirah

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

8.Khasiat Zarirah

Suatu sore …

“Umi, Jamila boleh engga hari ini engga ikut ngaji di Masjid?”

Umi yang sedang membaca kitab Sirah Nabawiyah menoleh. Jamila, si kacamata yang pemalu tengah berdiri di dekat pintu kamar. Anak kelas dua Tsanawiyah itu menunduk. Umi kemudian memanggil Jamila untuk mendekat.

Umi menyentuh bahu Jamila. “Kenapa engga mau ke Masjid? Jamila sakit, Nak?” tanya Umi sambil menyentuh kening Jamila. Umi merasa suhu gadis itu biasa saja. Cuma memang terlihat berkeringat.

“Engga, Mi! Anu … Jamila mau ngajinya di rumah aja. Ada pe-er dari sekolah yang belum dikerjain. Boleh ya, Mi!” rajuknya.

Umi mengusap bahu Jamila.

“Besok jangan engga ngaji di Masjid ya! Umi cuma mau ngasih keringanan malam ini aja. Besok abis Isya kita ada Ratib.”

“Iya deh, Mi! Besok Jamila janji. Insyaallah pasti ngaji lagi di Masjid. Makasih, Mi!” mata gadis itu berbinar.

Umi mengangguk sambil tersenyum. Lalu Jamila keluar dari kamar. Tak lama kemudian datang Hawwa. Ada yang aneh. Gadis kecil itu jalan pelan-pelan sambil celingak-celinguk ke arah luar. Khawatir ada yang mengikuti dan mendengarkan pembicaraannya dengan Umi.

“Umi, tadi Kak Jamila kesini. Minta ijin engga ngaji ya?” tanyanya pelan. Kembali netranya memandang ke belakang.

“Hayoo … kamu kenapa? Kayak orang ketakutan gitu?” tanya Umi terkekeh. ” Iya katanya mau bikin pe-er dulu.”

“Ssttt … Umi jangan keras-keras! Sini deh Hawwa bisikin ke Umi.” Anak perempuan usia delapan tahun itu menempelkan telunjuk di depan bibir mungilnya lalu mendekati Umi.

“Kak Jamila memang lagi banyak pe-er. Tapi udah dikerjain tadi siang. Umi ‘kan tau Kak Jamila anak pinter. Gampanglah dia mah bikin tugas. Dia itu …engga mau ke masjid soalnya tadi di omong-omongin gitu sama Kak Yazid di sekolah. Ih … Emang Kak Yazid iseng, Mi! Sendal Hawwa aja suka diumpetin ke kolong meja. Entar Hawwa mau bilangin Abah juga,” lapor Hawwa gemas. Tangannya dikepal.

Umi matanya membulat. Sejurus kemudian tertawa geli melihat ekspresi Hawwa yang menggemaskan. Netra Umi sampai mengeluarkan air mata. Lucu.

“Kak Yazid ngomongin apa ke Kak Jamila?”

“Tadi Hawwa denger, Kak Yazid bilang gini, ‘Dih Jamila, pipinya sekarang ada jerawatnya! Jerawat genit!’ gitu katanya.”

Umi kembali tertawa melihat gaya Hawwa yang menirukan omongan Yazid. Bibirnya sampai dimonyong-monyongkan. Umi paham dan mengerti. Anak usia Jamila memang sedang memasuki masa perubahan hormon.

“Nanti Umi kasih obat jerawat buat Kak Jamila.” Umi mengusap air matanya karena tertawa tadi.

“Umi jangan bilang Kak Jamila ya, kalau Hawwa bilang ke Umi.”

Iya, Umi ngerti. Umi tutup mulut,” janji Umi sambil mengatupkan mulutnya.

Hawwa tertawa geli. Tangannya menutup mulutnya yang masih cekikikan. Umi ikut tertawa lagi.

Keesokan malamnya, Jamila kembali mengaji di Masjid. Yazid yang berniat iseng tiba-tiba heran. Jerawat yang kemarin muncul di pipi Jamila sudah kering dan mengecil. Dia garuk-garuk kepala. Jamila mencibir ke arah Yazid. Hawwa yang melihat kelakuan mereka tertawa.

Umi sudah mengoleskan obat Zarirah untuk Jamila. Obat itu memang Umi simpan buat jaga-jaga kalau ada yang kena bisul atau jerawat.

*****

Apa Zarirah itu?
Zarirah atau Dzarirah obat dari India yang terbuat dari batang pohon Zarirah atau Arum. Dalam bahasa kita dikenal dengan nama pacar belanda. Sifatnya kering dan panas berkhasiat menyembuhkan tumor di perut besar, penyakit hati, penyakit busung air, dan menguatkan jantung karena aromanya yang harum. Bisa dipakai untuk obat jerawat atau bisul.

*****

Medical Hadis :
Dari sebagian istri-istri Nabi Saw, ia berkata,”Rasulullah menemui saya, Rasulullah kemudian melihat pada jari telunjuk tumbuh semacam jerawat.
Rasulullah lantas bertanya, ‘Engkau punya Zarirah?” Saya menjawab, ‘Ya’. Rasulullah bersabda, “Bubuhkan Zarirah itu di jerawatmu itu seraya membaca doa, Allahumma Musagira’l Kabir wa Mukabbiras As-Sagir Saggir ma bi (Ya Allah yang berkuasa mengecilkan yang besar dan yang berkuasa membesarkan yang kecil, kecilkanlah jerawatku ini)(HR. Ahmad)”

Terdapat riwayat lain yang menyinggung tentang minyak wangi Zarirah dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Dari Aisyah dia berkata, “Saya pernah mewangikan Rosulullah Saw dengan Zarirah melalui tangan saya untuk tahallul dan ihramnya ketika haji wada.”

Peristiwa itu terjadi pada hajjatul wada’ (haji perpisahan) untuk melakukan tahallul (mencukur rambut) dan ihram.

*****

Jerawat atau bisul kecil yang keluar dari materi yang panas, terdorong dari dalam tubuh secara alami, lalu mengambil tempat tertentu dari bagian tubuh sebagai jalan keluarnya. Jerawat atau bisul ini perlu dibuat masak agar mengeluarkan isinya.

Dalam minyak Zarirah terdapat kandungan Etanol, yang memiliki manfaat seperti alkohol yaitu dapat melakukan proses purging dan mengurangi rasa sakit akibat peradangan di kulit. Sehingga dapat mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan oleh jerawat.

Selain itu, minyak ini juga bersifat anti jamur dan bakteri. Jerawat yang hadir diakibatkan karena adanya bakteri bernama acne vulgaris, yang jika menempel pada kulit akan menyebabkan jerawat. Kandungan anti jamur dan bakteri yang dimiliki oleh minyak ini, mampu membunuh pertumbuhan virus tersebut. Alhasil, minyak yang dianjurkan Rasulullah ini memang cocok sekali untuk mengobati jerawat.

Referensi :
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t. :113-114)
– Google berbagai jurnal islam dan kesehatan

Salam Literasi !

Selasa, 12 Mei 2020

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.