Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 9. Khasiat Luban (Kemenyan)

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

9. Khasiat Luban (Kemenyan)

Tadi pagi, Mang Sanip disuruh Abah membeli pakan tambahan untuk ayam-ayam yang sudah habis. Selain itu Abah menitip beberapa barang lain untuk dibeli. Semuanya ditulis dalam catatan kecil daftar belanja. Mang Sanip tidak membaca lagi apa yang tertera. Uang dan kertas itu diambilnya segera.

Ketika sampai kota, Mang Sanip kaget. Salah satu pesanan Abah itu tidak seperti biasa. Mang Sanip kembali membacanya. Mulutnya mengeja huruf yang terlihat.

MINYAK KEMENYAN.

“Iih … Abah engga salah nih. Buat apa?
Tidak ada yang meninggal tadi malam.
Lagipula Abah tidak pernah melakukan suatu ritual yang aneh-aneh deh! Apalagi buat … manggil arwah! Engga mungkin,” pikir Mang Sanip sambil bergidik.

Laki-laki paruh baya itu mengusap wajahnya. Dia bimbang. Berkali-kali menyentuh kancing bajunya. Menghitung kancing, membuat pilihan!

Beli … tidak! Beli …tidak! Beli … tidak!

Tuh, kancing terakhir bilang tidak! Yes! Eh tunggu … Mang Sanip meraba sesuatu dibawah kancing tadi. Ternyata, masih ada satu kancing lagi. Paling terakhir.

Berarti itu artinya … Beli!

Mang Sanip kemudian berjalan menuju pedagang yang menjual kemenyan. Bukan karena menghitung kancing tapi Mang Sanip ingat amanat Abah yang harus dia tunaikan. Abah tidak mungkin menyuruhnya membeli hal yang tidak berguna untuk kebaikan.

Setelah semuanya terbeli, Mang Sanip segera pulang. Sampai di rumah, hanya ada Rahman dan Gustaf yang sedang membereskan paviliun. Kebetulan anak-anak belum pulang dari sekolah.

“Cep Gustaf, Abah ada?” tanya Mang Sanip sambil menyimpan belanjaannya.

“Abah sama Umi lagi keluar sebentar, Mang! Abis dari kota ya? Kayaknya belanjaannya banyak,” jawab Gustaf sambil menyelisik bawaan Mang Sanip.

“Iya, ditunggu aja sama Mamang,” ujar Mang Sanip sambil duduk di bawah pohon jambu depan rumah.

Rahman membawakan kopi untuk Mang Sanip. Laki-laki tua itu senang. Dia tertawa terkekeh.

“Diminum dulu, Mang!”

“Iya, makasih, Cep Rahman. Jadi ngerepotin.” Mang Sanip langsung menyeruput kopi yang masih panas.

Tak lama kemudian Abah dan Umi pulang. Rahman dan Gustaf langsung membawa bawaan Umi yang cukup banyak. Nanti sore ada pengajian kaum ibu di rumah. Abah menghampiri Mang Sanip.

“Bah, belanjaannya udah semua. Ini uang sisanya. Anu, tadi Abah engga salah ‘kan nyuruh beli … kemenyan?” Mang Sanip terlihat ragu.

“Oh iya, memang Abah nulis beli kemenyan. Kenapa? Takut?” Abah terkekeh melihat Mang Sanip.

“Abah jangan bikin Mamang kaget. Memang kemenyan mau diapain, Bah? Tadi juga si Engkoh tanya, buat apaan kemenyan.” Mang Sanip penasaran.

Abah masih terkekeh. Diambilnya bungkusan berisi minyak kemenyan itu.

“Mamang tau dari bahan asalnya kemenyan?”

“Engga tau, Bah.”

Abah masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian keluar lagi. Gustaf dan Rahman mengikuti dari belakang. Di tangan Abah ada bungkusan kantong warna putih. Lalu Abah membuka isi kantong. Kemenyan. Dalam bentuk bongkahan kristal.

“Kemenyan itu asalnya dari getah atau resin pohon. Kemenyan atau Luban, atau sering juga disebut Olibanum itu, Mang. Aslinya buat wewangian berupa kristal kayak gini. Digunakan dalam dupa dan parfum.” kata Abah sambil memegang kemenyan berbentuk kristal.

“Saya rencananya mau buat wewangian ruangan untuk pengajian ibu-ibu nanti sore.” terang Abah. “Asal tahu aja ya, kemenyan juga banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan farmasi. Kemenyan disebut benzoin dalam dunia kesehatan. Sekarang tersedia dalam bentuk krim, salep, cairan essensial, atau lotion.”

“Bah, rata-rata orang beranggapan kemenyan itu identik dengan mistik dan perdukunan. Itu gimana ceritanya?” Rahman bersuara.

“Betul, orang sering berpikir, kemenyan itu alat klenik atau mistis. Urusan perdukunan. Buat sesajen atau ritual memanggil arwah atau makhluk gaib.
Parahnya, dengan membakar kemenyan dan membacakan kata-kata berupa mantra, para dukun berusaha untuk mengobati para pasiennya dengan bantuan Jin.”

Rahman, Gustaf, dan Mang Sanip serius mendengarkan penjelasan Abah.

“Padahal, kemenyan itu udah ada dari zaman dulu. Zaman Nabi aja kemenyan sudah dipakai untuk wewangian atau aromaterapi. Sekarang, kemenyan dibakar ketika hendak ada acara aqiqahan, hajatan, bahkan acara Tahfiz Alquran untuk memberikan aroma khas yang wangi.”

“Tidak hanya itu, kemenyan juga sering dipakai dalam seremonial di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Yang paling sering adalah ketika prosesi pencucian Kabah.”

“Hal yang penting nih, wangi Luban atau kemenyan yang dibakar itu sangat bagus untuk menenangkan pikiran dan merileksasi tubuh. Mencegah dan mengatasi stres.”

Abah kemudian mengajak Mang Sanip, Gustaf dan Rahman duduk di beranda depan.

“Selain itu, manfaat Luban atau kemenyan bisa untuk menghilangkan gejala lupa. Sesungguhnya lupa itu mempunyai sebab alami yang kasat mata, karena lupa dapat disebabkan oleh buruknya keseimbangan antara dingin dan lembab yang menguasai otak. Sehingga otak tidak bisa mengingat apa yang masuk ke dalamnya.”

“Ada yang tahu manfaat lainnya?” tanya Abah. Rahman, Gustaf, dan Mamang menggelengkan kepala.

“Banyak sekali manfaatnya. Tentunya berkaitan dengan kesehatan:

1. Menjaga kesehatan mulut.
Kemenyan atau benzoin banyak dimanfaatkan dalam dunia kesehatan gigi dan mulut untuk mengatasi masalah seperti gusi bengkak.

2. Antiseptik
Fungsi dari antiseptik adalah untuk membasmi mikroorganisme yang ada di permukaan kulit dan membran mukosa.

3. Mencegah dan mengatasi infeksi kulit
Kemenyan juga digunakan sebagai bahan obat yang dapat mencegah dan mengatasi infeksi kulit karena memiliki efek antiinflamasi atau antiperadangan.

4. Sebagai obat topikal karena kandungan kemenyan dapat menghentikan pendarahan ringan pada kulit dan meredakan pembengkakan.

5. Gangguan saluran pernapasan
Manfaat kemenyan selanjutnya adalah dijadikan sebagai obat untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan. Kemenyan merupakan salah satu bahan obat yang bekerja sebagai dekongestan. Obat jenis ini bekerja dengan cara membantu mengeluarkan dahak yang ada dalam saluran pernapasan.

6. Mengatasi perut kembung dan
saluran pencernaan. Beberapa masalah saluran pencernaan dapat ditandai dengan gejala perut kembung. Tugas kemenyan adalah untuk meradakan masalah perut kembung.”

“Perlu diingat juga, bahwa manfaat kemenyan untuk kesehatan dapat didapatkan jika kemenyan sudah diolah menjadi bentuk obat atau minyak esensial.”

Umi datang dari dapur membawa penganan kecil dan teh hijau panas buat Abah. Untuk Gustaf, Rahman, dan Mang Sanip ada minuman dari kelapa yang sudah dicampur dengan sirup jeruk.

“Kemenyan bisa untuk kecantikan engga sih, Bah?” tanya Umi penasaran juga.

“Oh ada, untuk kaum perempuan, ternyata kemenyan itu ada juga manfaatnya, yaitu sebagai Anti Penuaan. Atau bahasa kerennya Anti Aging. Minyak esensialnya membantu mengurangi noda jerawat, munculnya pori-pori besar, mencegah keriput, bahkan membantu mengangkat dan mengencangkan kulit dengan tanda-tanda penuaan secara alami.”

Begitu penjelasan Abah secara gamblang. Jadi kemenyan itu banyak manfaatnya.
Entah bagaimana dan sejak kapan kemenyan menjadi hal-hal yang berkaitan dengan mistis.

*****
Medical Hadis
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib Ra, bahwa ada seseorang yang biasa lupa atau lalai. Ali kemudian menyuruhnya menggunakan Luban atau kemenyan. Luban dapat membuat hati tambah berani dan mengusir kelupaan. Demikian pula yang disarankan oleh Ibnu Abbas terhadap seseorang yang keadaannya seperti itu.

Sebenarnya, Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat begitu menyukai wangi-wangian, baik dari minyak maupun kemenyan. Hal ini tertuang dalam beberapa riwayat seperti riwayat Muslim.

*****

Referensi :
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t. :387-388)
– Google berbagai jurnal islam dan kesehatan

Salam Literasi !

Rabu, 13 Mei 2020

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.