Rindu Suara Imam Itu

Rindu Suara Imam Itu

Malam ini sudah masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, biasanya saya dan keluarga mulai merencanakan mau i’tikaf di Masjid mana, dan malam keberapa kita pergi i’tikaf.
Ramadan kali ini berbeda, sejak diberlakukannya PSBB masa pandemi covid 19, untuk memutus mata rantai virus tersebut, semua masjid-masjid ditutup, temasuk masjid yang sering saya dan keluarga melaksanakan i’tikaf.

Setiap kami i’tikaf, ada satu imam yang memiliki kekuatan tersendiri dalam menyentuh kekhusyuan hati ma’mumnya dalam mengikuti ibadah salat malam dan berdzikir. Kami terbuai oleh suara indahnya dalam membaca ayat-ayat Al-quran. Kami terbuai dengan kandungan ayat-ayat yang dilantunkannya, seakan kami berada di dalam suasana yang berbeda. Kami merasakan indahnya malam Lailatul Qodar.

Semua itu kenangan indah kami, saat ini kami tidak bisa merasakan indahnya lantunan sang imam itu, karena kami harus melakukan i’tikaf dan ibadah puasa di rumah saja.

Tidak ada batasan yang bisa merubah niat ibadah kita seorang hamba kepada sang Khaliq pencipta alam semesta ini. Allah tetap menilai semua ibadah yang kita lakukan dimanpun tempat melaksanakannya.

Makna ibadah adalah menurut KBBI adalah perbuatan yang menyatakan bakti kepada Allah yang didasarkan ketaatan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Mengandung arti, pertama perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
Kedua segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
Ketiga upacara yang berhubungan dengan agama.

Sedangkan ibadah menurut agama Islam adalah,

“Dalam ajaran islam, manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah” (Adz-Dzariat : 56)

Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus” (Yasiin : 61)

Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan Allah maka ia berada pada shoraathal muataqiem atau jalan yang lurus” (Az-Zhukhruf :43)

Dari beberapa pendapat tersebut tidak ada tempat khusus untuk ibadah, tetapi islam menganjurkan bahwa keutamaan salat berjama’ah di masjid, “Barang siapa hatinya terpaut dengan masjid akan mendapat naungan dari Allah subhana wataala pada hari kiamat”.

Kita semua tahu dengan adanya wabah covid 19, pemerintah dan para qiyadah menganjurkan untuk tetap ibadah di rumah, maka tidak ada alasan lain untuk tetap menjalankan ibadah Ramadanpun di rumah, tarawih, salat lima waktu, i’tikaf, dan tilawah Al-quran semua kita lakukan tetap di rumah. Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah.saw bersabda: “Jadikanlah salat-salat kalian di rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikan rumah seperti kuburan

Selamat meraih Lailatul Qodar sahabat.
Sumber gambar : Madani.com
Rumahmediagrup/Maepurpple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.