Khusyuk Di Rumah

Pengalaman pribadi karena di rumah hanya ada dua orang, aku dan si bungsu praktis suasana rumah sepi seperti biasa. Sebelum diberlakukannya PSBB memang kami tinggal berdua saja karena si sulung tinggal di luar kota. Namun hal ini tak mengurangi makna ibadah kami di bulan Ramadhan kali ini.

Beribadah di bulan Ramadhan kali ini lebih khusyuk karena tak diburu-buru harus pergi menunaikan kewajiban, mengajar. Setelah salat baik wajib maupun sunah bersyukur bisa dilanjutkan dengan membaca Al-Quran.

Sebenarnya Ramadhan kali ini seperti Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, hanya yang berubah karena tak ada lagi acara kumpul-kumpul bersama teman maupun keluarga untuk buka bersama. Mensyukuri dan menikmati alurnya niscaya tak akan ada beban menjalani ibadah di bulan Ramadhan tahun ini.

Pada masa pandemi seperti sekarang ini dihadapkan pada pilihan, yang mau tak mau memaksa kita agar beraktivitas dan beribadah di rumah. Mengikuti aturan dan alurnya berharap hal ini akan segera berlalu. Semuanya pasti ada hikmahnya, salah satunya jadi lebih dekat dengan keluarga.

Menjadikan rumah bukan sekedar tempat pertemuan antar anggota keluarga setelah beraktivitas seharian namun rumah menjadi sarana tempat beribadah bagi anggota keluarga yang tinggal di dalamnya dengan melakukan salat berjamaah di rumah.

“Jadikanlah shalat-shalat kalian di rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikan rumah sebagai kuburan.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

rumahmediagrup/She’scafajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.