Jangan Paksa Kami Untuk Berdamai!

JANGAN PAKSA KAMI BERDAMAI!

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Presiden resmi telah menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar), Tanggal 24 April 2020 lalu, saat tulisan ini dibuat PSBB sudah diiterapkan selama 3 minggu. Bahkan beberapa daerah sudah menerapkan sesuai dengan instruksi Presiden, ada sanksi khusus bagi pelanggar.

Konsekuensinya moda transportasi darat khususnya harus berhenti untuk sementara waktu. Hal ini berefek tajam pada distribusi hasil panen ternak dan komoditas pertanian di daerah-daerah. Harga ternak anjlok terutama ayam potong/sayur. Bahkan perusahaan dan peternak tidak berani ambil resiko sampai 5 bulan ke depan untuk mengisi kandang mereka lagi. Demikian juga sayuran, dan bumbu masakan, sehingga ditemukan di beberapa daerah murah sekali namun di daerah lain untuk komoditas yang sama harga masih diatas normal atau mahal.

Efek domino virus corona terus berlanjut, PHK besar-besaran terus terjadi dan berlanjut, pengusaha gulung tikar tidak mampu mencairkan gaji. Kelaparan, terpaksa tidur diemperan, bunuh diri menjadi santapan berita sehari-hari dari segala penjuru negeri. Miris. Belum lagi corona yang terus menginfeksi, membuat masyarakat semakin paranoid.

Ditengah kondisi yang mencekam dan ancaman krisis ekonomi yang menjadi tumpuan utama kehiduan bangsa, kami harus berdamai dengan corona? Ah, yang benar!

Tidak ada panas tidak ada hujan pemerintah tiba-tiba membuat kebijakan baru, moda tranportasi umum dibuka kembali, alasannya yang boleh bepergian adalah orang-orang dengan kepentingan tertentu sesuai aturan.

Hahai, ini Indonesia Bro/Sis! Coba perhatikan disekitar kita saat PSBB di lakukan dengan tujuan menekan angka penularan virus corona. Berapa biji masyarakat yang masih tidak peduli, jangankan dilarang mudik atau bepergian untuk pakai masker saja butuh kesadaran yang tinggi.

Apalagi penduduk kita ada 270juta. Jika kebijakan yang tidak bijak ini terus bertumpuk-tumpuk, bagaimana nasib rakyat selanjutnya. Apa iya pelan-pelan akan diterapkan herd immunity di Indonesia tercinta ini, apa iya harus 10% penduduk Indonesia meninggal dulu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.