Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi 11. Khasiat As-Saum (Bawang putih) dan Basal (Bawang Merah)

Tibbun Nabawi – Sehat Ala Nabi

11. Khasiat As-Saum (Bawang putih) dan Basal (Bawang Merah)

“Nasita, tolong beliin bawang merah sama bawang putih ya di warungnya Bi Tuti ya, Nak!” Umi yang sedang memasak di dapur rupanya lupa membeli dua bumbu itu kemarin di pasar.

“Biar sama saya aja, Mi! Anak-anak kayaknya lagi pada rapiin paviliun,” tawar Mak Isah. Bi Nina sedang mencuci beras.

“Ya udah, Mak! Beli masing-masing setengah kilo aja. Kayaknya kemaren Bi Tuti abis panen bawang,” kata Umi. “Beli asem sama lada juga. Udah abis.” Umi memberikan selembar uang berwarna merah.

Mak Isah segera keluar dari dapur. Nasita yang sudah beres membersihkan paviliun tempat mereka tinggal masuk ke dapur diikuti Sarah dan Alya.

“Umi tadi manggil Nasita ya? Ada apa, Mi?” tanya gadis itu sambil membereskan sampah sayuran yang sudah jelek.

“Tadinya Umi mau menyuruh Nasita beli bawang ke warung Bi Tuti. Kata Mak Isah katanya semua lagi sibuk rapiin kamar. Jadi Mak Isah yang jalan,” jawab Umi.

Tak lama kemudian Mak Isah datang. Tangan kurusnya menjinjing kantong yang cukup besar.

“Mi, tadi dikasih lebih sama Bi Tuti bawangnya. Malahan ditambahin kentang sama pisang raja sereh.” Mak Isah tertawa senang.

“Alhamdulillah, rezeki itu. Nanti kentangnya buat bikin perkedel aja,”ujar Umi. “Nasita, Sarah, sama Alya ke dapur mau bantuin Umi?”

“Iya, Mi. Paviliun udah diberesin. Di kamar anak laki-laki ada ranjang yang mesti dibetulin. Tadi Bang Gustaf sama Bang Rahman lagi nyari kayu katanya,” Alya yang menjawab sambil membereskan belanjaan yang dibawa Mak Isah.

“Bawangnya dikupas nih, Mi?” tanya Sarah.

Umi mengangguk. Kemudian Umi menjelaskan bumbu apa saja yang hendak dipakai untuk masakan kali ini.

“Umi, bawang merah sama bawang putih selain jadi bumbu manfaatnya buat apa? Beneran engga sih bawang putih itu buat ngusir hantu kayak di pilem gitu,” tanya Mak Isah.

“Dih, Mak ini. Korban pilem kayaknya,” Bi Nina nyeletuk dari belakang jemuran.

Umi dan anak-anak tertawa.

“Bawang merah itu bersifat panas. Dengan kadar kelembaban yang cukup tinggi. Bermanfaat terhadap perubahan air, menolak aroma racun, pembangkit nafsu makan, menguatkan dan membersihkan perut, meningkatkan daya seksual dan menyuburkan produksi sperma, bagus untuk kulit dan mengurangi lendir.”

“Sementara, bawang putih mampu memanaskan dan mengeringkan dengan cara yang cepat, bagus untuk menurunkan kolesterol, bermanfaat untuk orang yang kedinginan, membuka penyumbatan, baik juga untuk jantung, masuk angin, membersihkan perut, melancarkan urine, dan menangkal sengatan binatang berbisa. Bagus juga untuk membersihkan tenggorokan, meningkatkan suhu tubuh, menjaga kesehatan tubuh, obat batuk dan mengeluarkan lendir dari tenggorokan.”

“Banyak juga manfaatnya ya!” kata Bi Nina sambil mendekat.

“Kalian punya gigi bolong tapi susah dicabut? Bawang putih bisa dipakai untuk merontokkan gigi yang sudah jelek itu.”

Umi kemudian membawa dua siung bawah putih.

“Caranya, tumbuk bawang putih dengan cuka, garam, dan madu, lalu ditempelkan pada gigi yang berlobang itu. Kalau sakit gigi aja, cukup menempelkan bawang putih pada gigi dan gusi yang sakit.”

“Namun, kalian harus tau juga, meskipun bermanfaat, bawang merah dan bawang putih ada efek yang ditimbulkan jika di konsumsi berlebihan.”

“Apa tuh mi, efek jeleknya?”tanya Sarah.

“Bawang putih dan bawang merah menimbulkan sakit dan pusing di kepala, mengganggu kerja otak dan mata, melemahkan ketajaman pandangan, menimbulkan kehausan, dan bau yang kurang sedap di mulut. Dan … mengganggu para malaikat!”

Mak Isah, Bi Nina, dan anak-anak melongo mendengar penjelasan Umi.

“Nah, biar tidak mengganggu, bawang merah dan bawang putih harus dimasak terlebih dahulu. Ya seperti ini, dimasukan sebagai bumbu masakan.”

Tiba-tiba terdengar suara isakan di belakang mereka. Mak Isah rupanya sedang mengiris bawang merah untuk bawang goreng. Matanya sudah basah dan mengeluarkan air mata. Perih.

“Yah, Mak Isah. Kayak sinetron aja. Nangis lagi masak,” goda Bi Nina.

Umi dan anak-anak tertawa.

******
Alquran

Dan (ingatlah) ketika kalian berkata, “Hai Musa, kami tidak sa­bar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, mo­honkanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayur, mentimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” Musa berkata, “Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kalian ke suatu kola, pasti kalian memperoleh apa yang kalian minta.”
(Al Baqarah 61)

*****

Medical Hadis

Hadits Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata, “Ketika kami berhasil merebut Khaibar, kami (para Sahabat Nabi) memakan tanaman itu (bawang putih) karena orang-orang saat itu sangat lapar. Kami pun memakannya dengan lahap kemudian kami berangkat ke masjid. Rasulullah SAW mencium bau bawang tersebut, lantas beliau berkata, ‘Barangsiapa memakan pohon yang busuk ini, maka janganlah dia mendekati masjid!’ Orang-orang berseru, ‘Bawang telah diharamkan, bawang telah diharamkan!’

Sampailah hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka beliau pun berkata, ‘Wahai sekalian manusia, aku tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Akan tetapi aku hanya membenci bau pohon itu’.”
(HR. Muslim).

Ali bin ABi Thalib berkata, “Rasulullah SAW melarang untuk mengonsumsi bawang putih kecuali setelah dia dimasak.”
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

****

Referensi :
– Alquran Cordoba – Amazing
(Ibnul Qayyim Aljauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l Ibadi, Juz 4 t.t. :290, 294-295)
– Google, berbagai jurnal islam dan kesehatan

Salam Literasi !

Jumat, 15 Mei 2020

rumahmediagrup/irmasyarief

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.