Diri Yang Kerdil Ini

Diri Yang Kerdil Ini

Menanya dalam hati, bermuhasabah
Karena risau tak berkesudahan
Seakan diri tak ada pijakan, pegangan
Mohon tuntunlah hamba khusyuk beribadah.

Kembali mentadabburi kalam Illahi Rabbi
Berlimpah kesejukan kian ternikmati.
Wahai diri kerdil ini, 
Sesombong mengaku keberhasilan diri, bukan oleh kemurahan yang maha memiliki, 
Bergeming pada yang semu duniawi
Lalu kapankah membenahi dan menetapi.

Tatkala simpuh sejenak usap lelah Mengejar dunia 
Kesakitan luar biasa, 
Setelah ruh lepas dari raga
Hanya kau pandangi mereka Menangisimu semata
Kau gapai satu persatu tapi tiada daya
Hai… ini aku masih ada, tengok, pandanglah.

Kumandang adzan sayup menghampiri
Tak elok sengaja membuai ragawi
Getarkan alam bawah sadar-ku
Percepat menuju keharibaanMU
Ya Illahi Rabbi, engkau maha mengasihi
Hingga hamba bisa makin memahami mimpi mati.

Tak ingin sia-sia kelak di sisiMu
Keutuhan niatku, ku bulatkan tekadku
Hanya Engkau pemilik jiwa kerdil ini
Kemarin bukan melupakan
MenjadikanMu yang ke sekian
Mengejar obsesi
Ampunkan hamba kerdil ini telah sejenak melalaikanMu
Patut kan pada-Mu menjadi nomor satu.

rumahmediagrup/isnakuainr 









Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.